Ribut Samping Rumah Bernyanyi, Seorang Pria Tewas Disabet

By

Polisi ketika melakukan olah TKP kejadian di samping rumah bernyanyi di Ruko Dok II Jayapura, Senin (25/7) malam. Dari kejadian penganiayaan ini seorang pria akhirnya tewas di lokasi kejadian. (FOTO:Sam for Cepos

JAYAPURA-Keributan yang terjadi di samping rumah bernyanyi di  Ruko Dok II Jayapura berujung maut. 

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP. Handry M. Bawiling mengatakan kasus ini awalnya bermula ketika Senin (25/7) malam pelaku sedang mengajarkan istrinya mengendarai sepeda motor pada pukul 23.30 WIT. Kemudian tiba di pertigaan rumah bernyanyi, kedua saksi yang juga merupakan korban menyenggol motor pelaku. Tidak terima dengan kejadian tersebut pelaku kemudian mengejar kedua saksi namun kehilangan jejak. 

 DS kembali melanjutkan mengajarkan istrinya mengendarai motor. Namun tak lama kedua korban terlihat melintas di depan pelaku dan di situ pelaku mengikutinya sampai di lokasi kejadian. Pelaku kemudian memanggil korban dan bertanya maksud saksi mengendarai motornya tadi namun terjadi perdebatan hingga pelaku melakukan pemukulan terhadap korban. Tak terima dipukul, korban memanggil rekan-rekannya yang berada di dalam room karaoke.

 “Tak lama rekan-rekan korban kemudian keluar dan karena dalam keadaan dipengaruhi minuman keras kemudian melakukan pengeroyokan terhadap pelaku hingga pelaku terjatuh dan ketika terjatuh ini tangan pelaku mengenai pisaunya sendiri dan iapun menyadari jika ia membawa pisau jenis karimbit di kantongnya,” beber Handry Bawiling, Selasa (26/7).

 Saat itu juga pelaku mencabut pisau tersebut kemudian membalas dengan melakukan penganiayaan terhadap para korban. 

“Dari kejadian tersebut korban bernama Makmur meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka sobek di bagian leher, sementara dua korban lainnya Dullah (40) mengalami luka sobek di bagian tangan dan Andre (27) mengalami luka sobek di kepala bagian belakang dan langsung dilarikan ke RSUD Jayapura,” ungkap Handry Bawiling.

Usai kejadian tersebut pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolda Papua dan dibawa ke Mapolresta Jayapura Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kasus ini masih kami dalami dan dalam penanganan pihak kami Satuan Reserse Kriminal Polresta Jayapura Kota. Sejauh ini baru satu saksi dan pelaku yang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Pelaku DS sendiri terancam Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tutup Handry.

 Pihak keluarga juga nampaknya menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut. Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, korban dan rekan – rekannya memang mengambil room untuk bernyanyi kemudian pesta miras. Korban dan seorang rekannya sempat keluar untuk membeli rokok dan terjadilah senggolan motor tersebut. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: