Beranda Merauke Hari Ini Saatnya Kembali ke Pangan Lokal Sagu

Saatnya Kembali ke Pangan Lokal Sagu

0
Para peserta worshop pengelolaan hasil pangan lokal sagu dengan memasang tanda peserta di aula Hotel Akat, Selasa (20/8) . ( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE-Dalam rangka menghidupkan kembali makanan lokal   terutama Sagu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke  menggelar workshop pengelolaan hasil pangan lokal dengan tema masanya torang makan sagu (Mas Tomas)  yang diikuti sejumlah pengusaha lokal maupun  catering  di Merauke, Selasa (19/8).

   Asisten I Sekda Kabupaten Merauke Drs Agustinus  Joko Guritno mengungkapkan workshop  yang dilakukan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengembangkan pangan lokal yang ada di Kabupaten Merauke yang saat ini sudah menjadi langkah. Karena itu, menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Merauke untuk menghidupkan kembali pangan lokal yang ada di Kabupaten Merauke   terutama sagu  sebagai bahan  makanan pokok  masyarakat.  

  ‘’Karena sagu merupakan  makanan pokok asli Papua  khususnya Marind yang ada di Merauke,’’ katanya. 

   Tentunya, yang diperlukan sekarang adalah pengolahan  untuk dapat menambah selera dari makanan  lokal tersebut. ‘’Kepada Dinas Tanaman Pangan yang memiliki  kegiatan ini untuk memberikna contoh-contoh kepada para peserta     semua bagaimana mengelola bahan lokal ini sehingga bisa menimbulkan selera dan menarik baik  bentuk, jenis makanannnya maupun  kemasan. Syukur  lagi kalau sampai pemasarannya. Karena  itu dinas  tanaman pangan jangan kerja sendiri tapi  harus bersinergi dengan dina slain seperti Perindakop  yang akan memasarkan dan mempromosikan hasil-hasil masyarakat,’’ jelasnya.  

   Dengan  worshop   tersebut,  Agustinus Joko Guritno mengharapkan dapat menghasilkan produk lokal   terutama sagu yang memiliki  daya saing   dengan produk lainnya. ‘Sebelumnya  pak bupati minta agar semua kegiatan  pada rapat-rapat kita  menyediakan bahan lokal. Sehingga menjadi  tantangan bagi kita semua, apakah masyarakat dapat menyediakan apa yang disampaikan tersebut. Kalau  itu bisa disediakan agar dinas  ketahanan pangan bisa mempelopori  membeli  produk masyarakat dan disampaikan kepada  instansi pemerintah sehingga ada  kegiatan  pemerintahan dapat menggunakan makanan berbahan lokal ini,’’ jelasnya. 

   Ketua Panitia Cosmas Basik-Basik menjelaskan, tujuan dari worshop ini adalah menumbuhkan kembali minat peserta untuk menggunakan bahan lokal konsumsi sendiri maupun dipasarkan. Juga memperkenalkan resep pangan  dasar sagu berupa kue basah maupun kue kering. ‘’Juga memberikan pemahaman tentang pengemasan  produk pangan  yang sehat, menarik dan meningkatnya nilai jual produk pangan lokal secara pemahaman tentang cara menjual produk pangan secara langsung maupun online,’’ Cosmas Basik-Basik, SIP. (ulo/tri)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here