Sail Teluk Cendrawasih Masuk Dalam Agenda Wisata Nasional

By

Jeri Yudianto. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menyebut Sail Teluk Cendrwasih sudah masuk dalam agenda wisata nasional  yang dikoordinasikan oleh Kedeputian Pariwisata dan ekonomi kreatif Kemenkomarivest RI.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Jeri Yudianto menyampaikan, kegiatan tersebut akan tetap dilaksanakan lantaran melalui ivent-ivent semacam ini bisa meningkatkan kepercayaan investor dan menarik kunjungan Pariwisata di bumi cenderawasih.

“Pemerintah Provinsi Papua  terus melakukan asistensi pada tahapan persiapan sampai dengan pelaksanaan nantinya. Pemprov bersama kabaputen penyelenggara diharapkan waktu pelaksanaanya dibulan Agustus mendatang. Sehingga tidak terlalu jauh dengan agenda berskala nasional atau Internasional yang diselenggarakan di bumi cenderawasih,” kata Jeri kepada Cenderawasih Pos, Jumat (20/1)

Sebagaimana kata Jeri, direncanakan pada awal Agustus 2023 juga ada agenda Internasional yaitu pertemuan GCF.

“Sail Teluk Cendrwasih merupakan agenda kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan kabupaten. Sehinga diperlukan komitmen bersama, karena melalui  ivent ini kita akan mengenalkan potensi budaya dan tentunya potensi bahari yang ada di Papua untuk bisa dilihat semua orang secara Nasional dan Internasional,” terangnya.

Dikatakan Jeri, rencana akan dilakukan launching Sail Teluk Cendrwasih pada 1-3 Februari 2023 di Jakarta oleh Pemerintah Pusat bersama Provinsi dan Kabupaten penyelenggara yang terkonfirmasi bersedia untuk komitmen dan menyediakan dukungan anggaran yakni  Pemkab Biak, Pemkab Yapen, Pemkab Waropen dan Pemkab Sarmi.

“Atas penyelenggaran ini, masyarakat  khususnya di kabupaten penyelenggara sangat antusias harapan mereka (masyarakat-red) atas penyelenggaraan ini bisa memberikan nilai tambah,” ungkapnya.

Lanjut Jeri, terkait agenda-agenda Pariwisata yang berada di Kabupaten di luar Provinsi Papua atau yang saat ini di Daerah Otonomi Baru (DOB) diharapkan waktu / kelender penyelenggaraannya bisa diatur secara bersama antar Provinsi dan Kabuten penyelenggara, agar tidak terlalu berjauhan.

“Sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Provinsi Papua dan Provinsi-provinsi lainnya di pulau Papua,” pungkasnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: