Beranda UTAMA PAPUA Salurkan Beasiswa, Pemkab Puncak Gandeng Bank Papua

Salurkan Beasiswa, Pemkab Puncak Gandeng Bank Papua

0
KERJA SAMA: Bupati Puncak, Willem Wandik, SE., M.Si., dan Dirut Bank Papua, F. Zendrato menandatangani perjanjian kerja sama penyaluran beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Puncak di lantai 4 gedung Bank Papua, Selasa (10/9). ( FOTO : Diskominfo Puncak for Cepos)

JAYAPURA– Penyaluran biaya pendidikan (beasiswa) bagi mahasiswa asal Kabupaten Puncak untuk tahun 2019, agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Pasalnya tahun ini, Pemkab Puncak telah menggandeng PT. Bank  Pembangunan Daerah Papua atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bank Papua. Dengan adanya kerja sama ini, Bank Papua akan menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Puncak, yang tersebar di sejumlah kota studi. Baik di Papua maupun di luar Papua. 

Penandatanganan perjanjian kerja sama kedua belah pihak dilakukan Bupati Puncak Willem Wandik, SE., M.Si., dan Direktur Utama F. Zendrato di lantai 4 gedung Bank Papua, Selasa (10/9). 

Dengan cara ini, maka mau tidak mau, para mahasiswa asal Puncak, diminta untuk membuka rekening di PT. Bank Papua. Apabila administrasi sudah selesai, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, beasiswa untuk tahun 2019, siap ditransfer oleh PT. Bank Papua ke masing-masing rekening penerima beasiswa maupun ke perguruan tinggi yang bersangkutan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten II Setda Kabupaten Puncak Ir. Darwin Tobing, MM, kepala Dinas  Sosial Kabupaten Puncak, Otto Alom dan para staf dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Puncak, yang selama ini menangani beasiswa. Sementara dari pihak PT. Bank Papua hadir Direktur Utama F.Zendrato, dan beberapa direksi dan stafnya.

Direktur Utama PT. Bank Papua, F. Zendrato usai penandatangan MoU menyampaikan penghargaannya kepada Pemerintah Kabupaten Puncak. Terutama Bupati Puncak yang berinisiatif, memberikan kepercayaan kepada PT. Bank Papua untuk membantu mengadministrasikan atau mentransferkan bantuan biaya pendidikan kepada para mahasiswa asal Puncak.

“Kita akan bantu sebaik mungkin. Supaya ini lebih baik ke depan. Teratur dan lebih akuntabel serta lebih mudah dimonitoir oleh bupati atau dinas terkait dan pertanggungjawabnya juga lebih mudah,”ungkapnya.

Diakuinya, Kabupaten Puncak merupakan kabupaten yang pertama menggandeng PT. Bank Papua dalam penyaluran beasiswa. Langkah ini  merupakan pilihan yang tepat, karena Bank Papua memiliki sumber daya manusia yang sudah berpengalaman dalam penyaluran biaya pendidikan.

“Kita menyambut baik dan kita akan bantu sebaik mungkin. Kita berharap ke depan, kabupaten lain juga bisa memanfaatkan jasa dari PT.Bank Papua. Khususnya penyaluran beasiswa,”tambahnya.

Sementara itu, Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan alasan pihaknya menggandeng PT. Bank Papua,dalam penyaluran biaya pendidikan. Karena hampir 11 Tahun, pihaknya sudah mencari format yang tepat untuk menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Puncak. Format yang tepat menurutnya ditemukan dengan cara menggandeng PT. Bank Papua.

Sebab dengan menggandeng Bank Papua, data mahasiswa akan terkontrol dengan baik. Karena akan ada kerja sama juga dengan perguruan tinggi (PT) tempat mahasiswa asal Kabupaten Puncak melanjutkan studi. 

Kerja sama dengan pihak perguruan tinggi diakuinya lebih memudahkan untuk mengontrol mahasiswa selama studi. “Jika ada oknum mahasiswa tidak kuliah baik, hanya asal-asal kuliah, maka beasiswanya secara otomatis tidak terbayarkan. Karena penyaluran ini akan bekerja sama juga dengan pihak perguruan tinggi,” tegasnya.

“Ini merupakan sejarah di Kabupaten Puncak. Karena kami berhasil menemukan format yang tepat dalam penyaluran beasiswa. Dengan cara ini, penyaluran beasiswa bisa terkontrol. Nantinya juga akan ada kontrol terhadap studi dari para mahasiswa. Sebab akan ada kerja sama dengan perguruan tinggi, tempat mahasiswa Puncak  menempuh pendidikan,” sambungnya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Willem Wandik menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT. Bank Papua yang sudah bersedia membantu dan  menerima beban Pemkab,” tandasnya. 

Dengan format ini, maka data mahasiswa asal Puncak, benar-benar terkontrol dengan baik. Bukan data-data yang sembarang. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika data mahasiswa benar-benar yang direkap jumlahnya tidak begitu besar, seperti tahun-tahun sebelumnya. Maka tidak menutup kemungkinan, jumlah beasiswa yang mencapai Rp 600 ribu/bulan, bisa dipertimbangkan untuk dinaikkan.

“Sudah 11 tahun ini, kita laksanakan penyaluran beasiswa. Kok siswanya bukannya menurun, bertambah terus. Bahkan mencapai ribuan siswa. Sebab ada siswa dari daerah lain, juga kita biayai. Ini akibat dari data yang tidak benar. Nah format ini, akan terkontrol dengan baik, karena pembayaran beasiswa akan bekerjasama dengan pihak kampus, juga dengan melihat NIM dan data persemester, tidak bisa tipu-tipu data lagi,”tukasnya.

Bahkan khabar gembira bagi para mahasiswa asal Kabupaten Puncak. Karena jika data mahasiswa valid dan bukan mengada-ngada, dengan jumlah penerima mahasiswa yang tidak begitu besar, maka tidak menutup kemungkinan besaran beasiswa yang awalnya Rp.600/bulan akan dipertimbangkan untuk dinaikkan.

Namun dirinya mengingatkan mahasiswa Puncak, harus benar-benar kuliah sampai selesai dan tidak menambah waktu kuliah lagi. 

“Saya dapat info, data mahasiswa sudah menurun. Sekira 500 siswa. Jika demikian, tidak menutup kemungkinan kita akan naikan besaran beasiswa. Karena Rp 600 ribu/bulan sudah tidak relevan. Harga biaya hidup sudah tinggi. Kita akan pertimbangkan untuk naikan biayanya,”tutupnya. (Humas Puncak/isak/nat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here