Sambo Dituntut Penjara Seumur Hidup

By

Terdakwa Ferdy Sambo saat mengikuti sidang lanjutan sidang dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).  (FOTO:Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Jaksa: Tidak Ada Hal Meringankan!

JAKARTA – Terdakwa Ferdy Sambo telah dituntut dengan pidana penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan berencana kepada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai tidak ada hal yang meringankan Sambo dari hukuman.

“Hal meringankan, tidak ada hal meringankan,” kata Jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1).  Sementara itu, banyak hal yang memberatkan Sambo. Yakni perbuatannya mengakibatkan hilangnya nyawa korban dan duka yang mendalam bagi keluarganya.

 “Terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya dalam memberikan keterangan di persidangan,” imbuh Jaksa.

 Akibat perbuatan Sambo meninbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat. Perbuatan terdakwa tidak sepantasnya dilakukan dalam kedudukannya sebagai aparatur penegak hukum dan petinggi di Polri

 “Perbuatan terdakwa telah mencoreng institusi polri di mata masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Dan Perbuatan terdakwa telah menyebabkan banyaknya anggota Polri lainnya turut terlibat,” pungkas Jaksa.

 Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Ferdy Sambo dengan hukuman penjara seumur hidup. Sambo dianggap bersalah melakukan dua pelanggaran dalam kasus pembunuhan kepada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pelanggaran pertama yakni terkait pembunuhan berencana, dan kedua adalah merintangi penyidik atau obstruction of justice.

 “Kami penuntut umum, menuntut memohon agar Majelis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa perkara Terdakwa Ferdy Sambo agar menyatakan terdakwa Ferdy Samhi secara sah dan menyakinkan melakukan tidak pidsna pembunuhan berencana sebagaimana Pasal Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan menyatakan telah terbukti melakukan tanpa hak atau melawan hukum yang membuat sistem elektronik tidak bekerja semestinya. Menjatuhkan pidana terdakwa dengan pidana seumur hidup,” kata Jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1). (jawapos.com) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: