SAR Siapkan Tunas Muda Peduli Kemanusiaan 

By

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Stephanus Kapasiang S.Pd dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Supriyanri Ridwan saat memasang tanda diterima  para pelajar tersebut sebagai Saka SAR Merauke, Sabtu (27/8)  (FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE – Bencana maupun kondisi membahayakan manusia, memiliki sifat unpreditable atau tidak dapat diprediksi sebelumnya dan dengan dampak yang tidak bisa diperhitungkan pula. Fenomena ini perlu mendapat perhatian khusus bagi semua dalam rangka meminimalisasi dampak buruk yang bisa diakibatkannya.

 Untuk itu, perlu dilakukan upaya preventif yang diharapkan menjadi embrio untuk kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai keadaan darurat. Dan dilakukan pada seluruh lapisan masyarakat khususnya pada anak-anak sekolah mulai usia dini dari TK, SD hingga lingkungan kampus. 

   Direktorat Bina Ketenagaan dan Pemasyarakatan SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke melaksanakan kegiatan yang bertajuk SAR Goes to School  pada Sabtu (27/8) di Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke. 

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 wit diikuti perwakilan siswa sekolah menengah atas hingga universitas di Kabupaten Merauke berjumlah 64 orang. Peserta diberi bekal pengetahuan tentang teknik pertolongan dasar baik secara teori maupun praktek.

      Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Stephanus Kapasiang, S.Pd menyampaikan bahwa  ini merupakan momentum bentuk perhatian Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke bagi anak-anak usia sekolah di Kabupaten Merauke guna menyiapkan tunas muda terampil sebagai insan SAR yang peduli pada kemanusiaan. 

   “Anak-anak akan mengisi masa mudanya dengan pengalaman yang bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik lagi,”  jelasnya.  

Untuk diketahui, Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke memiliki luas wilayah kerja mencapai 102.147, 92 km2,  mencakup 3 kabupaten yakni Merauke, Boven Digoel dan Mappi dan wilayah perairan laut Arafura. Dengan begitu luasnya wilayah kerja dan keterbatasan personel sehingga dibutuhkan peningkatan kesadaran masyarakat secara mandiri untuk bersama-sama mengurangi resiko bencana sehingga mengurangi jumlah korban jiwa dengan kemampuan self rescue yang dimiliki. (ulo/tho)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: