Sarmi Paling Merasakan Manfaat dari Lulusan Fakultas Kedokteran Uncen

By

Bupati Sarmi Markus Mannembra SH, MM ketika berdialog dengan masyarakat di sela-sela kunjungannya ke kampung-kampung. ( FOTO: Wenny Firmansyah/Cenderawasih Pos )

Markus Mansnembra: Mereka Lebih Tangguh, Mau Melayani di Daerah Terpencil 

SARMI-penjabat Bupati Sarmi Makrus Mansnembra SH MM memberi apresiasi besar kepada Unviversitas Cenderawasih yang telah menelurkan lulusan yang benar-benar bisa mengabdi di daerah terpencil. 

 Menurunya sejak dilantik menjadi penjabat Bupati Sarmi dua bulan lalu dan telah mengunjungi beberapa titik di daerah terpencil disitu ada yang terlihat ada lulusan Uncen. “Ya, saya baru ke beberapa tempat, melihat fasilitas kesehatan dimana tenaga kesehatannya adalah lulusan Uncen, disitu saya mulai merasa bahwa lulusan Uncen ini memang tangguh,” katanya. 

 Hingga kini dia belum menemukan anak-anak Papua yang lulusan universitas dari luar Papua, dimana mereka dikuliahkan ke fakultas kedokteran di univeritas top di negeri ini, tapi Bupati Sarmi belum melihat kehadiran mereka berada di tempat yang terpencil. “Padahal mereka dibiayai, dikuliahkan ke universitas, atau perguruan tinggi top di Indonesia, diharapkan setelah selesai menempuh pendidikan mereka bisa datang melayani masyarakat di kampung-kampung tapi ternyata tidak, mereka malah mau di kota besar, sebenarnya mereka kan aset Papua,” sesalnya. 

 “Terus terang kami di Sarmi paling merasakan manfaat dari lulusan kedokteran Uncen, dimana tenaganya sudah tersebar di sejumlah Puskesmas di Sarmi, baik itu perawat maupun kedokteran. Ini berarti mereka (lulusan fakultas kedokteran Uncen) telah siap untuk mengabdi dan melayani masyarakat,” katanya. 

 Oleh sebab itu secara de facto lulusan kedokteran Uncen  saat ini tak boleh dipandang sebelah mata, mereka malah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan di daerah terpencil seperti Sarmi ini. 

 Selain tenaga kesehatan, tenaga pendidikan juga perlu dilakukan kerjasama dengan pemerintah daerah. Dia melihat seperti program PGSD kerjasama dengan Uncen merupakan upaya yang tepat untuk menjawab kekurangan tenga pendidik. “Seperti dalam dialog dengan masyarakat, masyarakat sempat menanyakan apakah pemerintah tidak membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak mereka yang sekolah/kuliah di jawa saja, ini berari ada harapan dan kenyataan yang tidak selaras, artinya lebih baik mereka menempuh pendidikan yang benar-benar dibutuhkan seperti bidang kesehatan dan pendidikan,”tambahnya. (wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: