Satu ABK KM Intan Laut 12 Dinyatakan Hilang

By

MERAUKE-  Satu anak buah kapal (ABK) KM    Intan Laut 12 bernama Salman Alparizy (20) dinyatakan  hilang tenggelam di sekitar  Laut Arafura  sejak 8 Juni 2019 sekira   pukul 17.00 WIT lalu.  

 “Ya, Rabu kemarin sekitar  pukul 15.53 WIT, kami telah  menerima  laporan lewat  surat dari sebuah perusahaan di Bali tentang seorang ABK kapal yang  hilang di laut  Arafura.”ungkap Kepala    Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten  Merauke  Raymond Konstantin, SE saat dikonfirmasi kemarin. 

  Surat yang dikirim  oleh perusahaan pemilik kapal yang berdomisili di Denpasar Bali tersebut pada awalnya ditujukan untuk Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan  Denpasar. Namun karena melihat lokasi kejadian berada di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke maka surat tersebut lantas   diteruskan ke Merauke untuk ditindaklanjuti.

   Dalam laporannya, lanjut  Raymond, Kabag Operasional PT Sentral Benoa Utama Ketut Widiarta  dimana KM Intan Laut 12 bernaung di dalamnya, menjelaskan bahwa kejadian hilangnya satu orang ABK KM Intan  Laut 12   terjadi pada 8 Juni sekitar pukul 17.00 WIT. 

   Kuat dugaan ABK naas  tersebut jatuh ke laut (man over board). Dalam suratnya, lanjut dia,  Ketut menambahkan bahwa pada saat ini, KM Intan Laut 12 dan 2 kapal lain di sekitar lokasi tengah melakukan upaya pencarian. Korban  yang pada bulan Juli nanti baru akan berumur 20  tahun bernama Salman Alparizy. 

    Menindaklanjuti informasi tersebut,  Raymond Konstantin segera menghubungi  Kantor Stasiun Radio Pantai Distrik Navigasi Merauke untuk menyiarkan berita  keselamatan atau maklumat pelayaran atau Mapel tersebut ke kapal-kapal  yang tengah berada di skeitar lokasi kejadian melalui frekuensi  radio komunikasi. Upaya komunikasi langsung ke KM Intan Laut 12 melalui frekuensi radio juga tetap dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan  namun hingga saat ini masih belum dapat terhubung. 

  ‘’Kita sudah mengirim  perkiraan area pencarian hasil olahan aplikasi SAR MAP Basarnas kepada perusahaan pemilik kapal untuk diteruskan ke kapal-kapal mereka di laut  sebagai acuan dalam pencarian . Selain itu, kita juga terus berusaha bisa  berkomunikasi  dengan kapalnya langsung agar  dapat mengarahkan titik fokus pencarian sesuai hasil olahan data SAR MAP  tersebut,’’ jelasya.

   Iapun berharap kapal -kapal yang saat ini sedang melakukan pencarian untuk tetap mencari , namun tetap memperhitungkan kondisi cuaca ekstrem yang saat ini terjadi.  Biar bagaimanapun keselamatan tim pencarian tetap harus diperhatikan,’’ pungkasnya. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: