SDC Dihrapkan Mampu Kembangkan SDM Papua

By

Pemukulan tifa saat rapat sosialisasi pembentukan SDC Kabupaten/Kota di lima wilayah adat Provinsi Papua yang digelar di Hotel Mercuere, Senin (4/4) ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja rapat sosialisasi pembentukan Skill Develompment Center (SDC) Kabupaten/Kota di lima wilayah adat Provinsi Papua yang digelar di Hotel Mercuere, Senin (4/4)

Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad menyampaikan pembangunan SDM yang harus disingkronisasikan dengan Program Pemerintah Provinsi Papua, Bangkit Mandiri dan sejahtera yang berkeadilan sangatlah penting dan menjadi prioritas utama pembangunan di Papua.

“Dalam rangka memperkuat daya saing tenaga kerja diperlukan kerjasama lintas sectoral baik ditingkat pusat, Provinsi maupun  di tingkat Kabupaten Kota. Sehingga kebijakan SDC  merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan,” kata Musa’ad dalam sambutannya.

Lanjutnya, program SDC merupakan hasil pengembangan konsep yang disepakati oleh Bappenas, Kementrian Ketenagakerjaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Perindustrian dan Kadin Indonesia.

Ia juga menyebut kekuatan SDC terletak pada kebersamaan semua unsur terkait dalam menciptakan sinergi yang kokoh untuk mengatasi masalah Ketenagakerjaan di daerah.

“SDC diharapkan dapat menjadi ujung tombak bagi upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi angkatan kerja  melalui pendekatan  bottom up, untuk itu SDC dirancang dapat melaksanakan lima fungsi yaitu pelatihan, pemagangan, uji kompotensi, sertifikasi dan penempatan Angkatan kerja,” terangnya.

Dijelaskan, sejak tahun 2018 hingga saat ini, telah terbentuk SDC di 20 Kabupaten/Kota. Pola penanganan masalah ketenagakerjaan dengan memberdayakan local wisdom sebagaimana konsep dasar SDC sangat strategis saat ini. Disamping karena merupakan agenda prioritas nasional, hal ini sebagai wujud nyata semangat desentralisasi ketenagakerjaan.

“Saya berharap melalui sosialisasi pembentukan SDC, akan tercapai persamaan persepsi tentang rancang bangun SDC sebagai rekayasa kelembagaan dalam peningkatan koordinasi keterpaduan dan sinergitas kebijakan dan program pengembangan kompotensi SDM di daerah. Hal ini sebagai bagian integral dari upaya mengatasi masalah ketenagakerjaan yang ada, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah guna dapat terserap di dunia usaha dan industri dan menjadi wirausaha baru untuk  mengurangi jumlah pengangguran di Papua,” pungkasnya. (fia/gin)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: