Segera Berakhir, Anggota DPRD Merauke Titip Pesan

By

MERAUKE-Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Merauke  periode  2014-2019   menitipkan  pesan kepada Pemerintah Kabupaten Merauke  di detik-detik masa jabatan mereka. Diketahui,  masa jabatan anggota DPRD  Kabupaten Merauke periode 2014-2019  tersebut akan  berakhir pada 20 Oktober mendatang. Artinya,  tinggal  kurang   lebih  1 bulan, mereka menyandang  status sebagai  wakil rakyat, bagi yang tidak  terpilih lagi pada  pemilu legislatif  17 April lalu.  

   Salah satu anggota Dewan yang menitipkan pesan   tersebut adalah Sjarifuddin.  Politisi Partai Demokrat  daerah pemilihan 4  yang meliputi  Okaba dan pemekarannya, Kimaam dan   pemekarannya serta  Distrik Malind   tersebut meminta pemerintah  daerah dalam hal ini  untuk tetap memperhatikan   masyarakat  yang ada di kampung-kampung   yang  notabene sebagian besar masyarakat asli  Papua. 

   Sjarifuddin memberikan apresiasi  terhadap  kebijakan pemerintah   daerah yang memberikan perhatian  terhadap   pelaksanaan  PON  XX di Papua dimana Merauke menjadi salah satu daerah pendukung   pelaksanaan  perhelatan  olahraga  nasional 4 tahunan tersebut. Menurut  dia, dengan  Merauke sebagai salah satu   pendukung  pelaksanaan PON tersebut,  banyak  yang dibangun    untuk  mendukung  kegiatan tersebut.

  “Tapi, kami   mohon agar Pemerintah  Daerah tetap memperhatikan  daerah   daerah  yang ada di  kampung-kampung yang   jauh dari kota. Karena   mereka  belum tentu datang ke kota menyaksikan pelaksanaan PON  tersebut dan ikut menikmati sarana prasarana   yang dibangun di kota tersebut,’’ kata Sjarifuddin  pada penandatanganan KUA-PPAS di ruang sidang DPRD Merauke, Jumat (27/9) malam.     

    Hal yang sama juga disampaikan Moses Kaibu. Meski  terpilih  untuk periode 2019-2024,  namun   Ketua   Komisi A DPRD  Merauke   tersebut meminta  perhatian  pemerintah  untuk tetap  memberikan perhatian  untuk   masyarakat  yang ada di kampung-kampung.  

  Sementara  itu,  Heribertus Silubun yang juga  terpilih  kembali  untuk 5 tahun ke depan, menilai bahwa  program  Bangsaku yang menjadi andalan  dari bupati Merauke Frederikus Gebze bersama Sularso   karena menyentuh langsung  masyarakat hendaknya disertai langsung dengan  uangnya. Pendanaannya tidak diambil   dari dana  Kampung.  Ia juga berharap,   dalam penyusunan APBD 2020, ada satu  dua  program  dari  para anggota Dewan yang  tidak terpilih  lagi  periode berikutnya  masuk dalam program APBD 2020. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: