Segera Periksa Jangan Sampai Terlambat Penanganan

By

Melihat Uapaya Satgas Covid-19 Dalam Penanganan Kasus di Papua

Pasca Lebaran, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia kembali terjadi, kendoronya disiplin diri menjadi peluang terpapar Covid-19, lantas bagaimana dengan kondisi di Papua, apa yang dilakukan warga jika merasakan gejala?

dr. Silwanus Sumule SpOG(K).

Laporan : Yohana

Meski lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia mulai kembali menghangat, paca Libur Lebaran lalu. Bahkan beberapa Provinsi di Indonesia kembali menerapkan beberapa aturan yang sempat dilonggarkan pasca kondisi Covid-19 di Indonesia mulai membaik.

Situasi ini tentunya menjadi patokan bagi semua provinsi di Indonesia, bahwa libur panjang sepertinya menjadi ancaman bagi setiap orang, karena masih banyak masyarakat yang tidak menaati prokes dan menganggap bahwa Covid-19 merupakan wabah yang tidak berbahaya.

Lantas bagimana dengan kondisi di Papua sendiri, pasalnya sejak awal paca Lebaran, Satgas Covid-19 Provinsi Papua mengakui adanya penambahan kasus di beberapa kabupaten, namun ada juga kabupaten/kota yang diberi apresiasi akibat turunya jumlah kasus Covid-19.

“Pasca Lebaran, memang sempat memicu kenaikan angka kasus Covid di Papua, baik itu angka terkonfirmasi maupun angka kematian, yang menjadi perhatian kita adalah meningakatnya angka kematian dari 1,9% menjadi 2%,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule SpOG(K) saat dijumpai diruang kerjanya, Rabu (9/6) kemarin.

Sembari menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 di Papua, ia sangat menyangkan beberapa kabupaten yang belum melaporkan data perkembangan kasus di daerah mereka masing-masing.

Pastinya dengan tidak melaporkan data perkembangan kasus, pihaknya juga tidak bisa menyimpulkan apakah kondisi Covid-19 di Papua menurun atau, mulai membaik atau malah sebaliknya.

Kondisi tersebut menurutnya koordinasi dalam hal update laporan Covid-19 ini, mulai terlihat kendor pasca putusnya jaringan internet di Jayapura sejak 1 bulan terakhir atau pada (31/5) bulan lalu.

“Meski saat ini sudah ada update dari kabupaten/kota yang ada, namun belum sepenuhnya 29 kabupaten/kota melapor, update data Covid-19 mulai kembali dilakukan pada (8/6) lalu, meski dari pelapran yang kami terima angka kasus alami penurunan namun tetap kita harus hati-hati dalam hal membaca data,” katanya lagi.

Karena baginya, jangan sampai ada lonjakan kasus yang belum dideteksi karena belum banyak kabupaten/kota yang melaporkan data perkembangan kasus didaerahnya masing-masing.

Melihat kondisi seperti ini, pastinya berbagai upaya tetap telah dilakukan sejak edaran larangan mudik diberlakukan, yakni pemeriksaan di setiap pintu kedatangan baik di bandara maupun di pelabuhan laut.

Bahkan pemeriksaan surat rapid antigen dan surat bebas Covid-19 tetap diperiksakan bagi para penumpang, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Papua. Penumpang diwajibkan sebelum berangkat harus bisa menujukkan surat bebas covid dari hasil antigen dan juga pengisian aplikasi eHAC di bandara termasuk juga di Papua, ini wajib selalu dilakukan.

“Pemeriksaan yang kami lakukan cukup ketat, kenapa sampai harus demikian, karena mengingat ancaman dan bahaya dari Covid-19 sangat serius,” terangnya.Tidak sampai disitu, edukasi juga selalu dilakukan, disampaikan baik lewat media masa, maupun media sosial.

“Yang paling penting kita sampaikan adalah, setiap masyarakat agar segera periksa ke semua layanan kesehatan terdekat ketika menemukan gejala, jangan tunggu sampai parah, ini akan sangat terlambat,” lanjutnya.

Bukan hanya itu, dr. Silwanus Sumule SpOG(K) juga menjelaskan bahwa, penentuan apakah pasien boleh dirawat di rumah sakit, atau isolasi mandiri di rumah, itu adalah wewenang dari petugas medis.

“Sangat penting melakukan pemeriksaan, karena kita tidak bisa memprediksikan dampak yang akan terjadi, jika kita menunda-nunda waktu, bisa saja kita menularkan ke keluarga, ke tetangga atau bahkan bisa berujung pada kematin,” pungkasnya.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, sudah sebaiknya kita tahu antisipasi dan upaya yang harus kita lakukan, intinya menerapkan prokes setiap hari itu wajib dilakukan.

Menurutnya jangan tunggu sampai terlambat, segala sesuatu mungkin saja terjadi ketika kita lengah, jaga diri dan jaga keluarga kita, sudah menjadi tanggung jawab yang harus dilakukan setiap orang. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: