Beranda Merauke Hari Ini Sejumlah Masjid Tetap Gelar Salat Ied

Sejumlah Masjid Tetap Gelar Salat Ied

0
Jamaah Masjid Mujahidin Pasar Wamanggu   saat   mengikuti  salat Idul Fitri  di Masjid Mujahidin Pasar Wamanggu  Merauke, Minggu  (24/5) (FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Kendati ada imbauan  pemerintah  daerah  agar salat Idul Fitri   tetap dilaksanakan dari rumah  khususnya  untuk wilayah  Distrik Merauke atau Kota Merauke,  karena  berada dalam zona merah, namun sejumlah   masjid   tetap menggelar  salat Idulfitri  secara berjamaah  di masjid.     

   Masjid  yang melaksanakan  salat Idul Fitri  tersebut  adalah masjid Raya Al-Aqsa Merauke   yang sebenarnya  dikhususkan  hanya bagi  pengurus PKM  Madjid Al-Aqsa, namun   sebagian jamaah  juga  ikut  ambil  bagian. Salat Idul Fitri juga digelar  lebih  cepat  yakni  mulai pukul 06.30  WIT dan   lebih singkat. 

  Kemudian masjid   Mujahidin  Pasar Wamanggu  Merauke,  masjid  Nurul Huda Mopah Lama, Masji Nurul Huda Jalan  Ternate, masjid  At Taqwa  Seringgu  dan Masjid  Jami, jalan  Sumatera.   Salah satunya yang sempat   dipantau  media ini adalah pelaksanaan  salat Ied di Masjid Muhajidin, Pasar Wamanggu Merauke. 

   Pelaksanaan    salat  Ied  yang didominasi  kaum adam tersebut dimulai sekitar pukul  06.30WIT.  Ketua  PKM  Masjid Mujahidin  Pasar Wamanggu Merauke  H. Ali Syahbana, SE,  M.Si  mengungkapkan,   bahwa  pelaksanaan salat Ied  ini lebih  dikhususkan bagi para jamaah Masjid Mujahidin Pasar Wamanggu Merauke   meski diakui  ada jamaah dari  luar  yang  ikut bergabung. 

  “Tapi  kita tetap berpegang pada protokoler kesehatan dan anjuran pemerintah untuk melaksanakan bagaimana caranya kita  memutuskan mata rantai  virus Corona di Kabupaten   Merauke,’’ kata  Ali Syahbana. 

   Ali Syahbana menjelaskan bahwa  sekitar 70 persen  jamaah yang hadir adalah laki-laki. Sedangkan  sisanya kaum hawa. ‘’Untuk anak-anak,  memang kami anjurkan jauh sebelumnya untuk   tidak melibatkan anak-anak yang rentan   penyebaran   vitrus Corona. Termasuk  lansia  yang usia diatas 60 tahun, kami harapkan  untuk tidak ke masjid.  Termasuk   mereka yang sedang batuk atau demam,’’ terangnya.

   Ditambahkan, Covid-19  tidak hanya menghantam  dari  sisi  keagamaan namun semua sendir kehidupan, baik ekonomi, sosial kemasyarakatan   dan agama.  Khotib  Fatahilla  dalam kotbahnya mengungkapkan,  Covid-19 merupakan ujian dari SWT. Walaupun demikian,  lanjut dia, Covid-19    mampu menyadarkan  kita semua selama ini banyak nikmat  dari Allah  yang  tidak kita sadari dan  syukutri.

  “Ternyata salat Jumat dengan jamaah sebelum datangnya Covid-19  itu nikmat  yang luar bviasa, silaturahmi itu  ternyata nikmat,  bekerja mencari rejeki itu ternyata nikmat  dan sebagainya. Tapi ingat nikmat itu  tidak selalu kekal dan bisa berubah dan  inillah buktinya,’’ katanya. (ulo/tri)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here