Sektor Usaha Siapkan Diri Hadapi Resesi

By

Sales Toyota yang tengah menunjukan salah satu mobil yang dijual, Jumat (4/11). Sektor usaha di Kota Jayapura mulai menyiapkan diri menghadapi resesi. (FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menghadapi resesi ekonomi di Tahun 2023, beberapa sektor usaha di Jayapura mulai menyiapkan diri. Meski dinilai resesi ekonomi tidak begitu besar dampaknya untuk Papua, tetapi antisipasi harus tetap dilakukan.

Seperti halnya yang diungkapkan, Supervisor PT Hasrat Abadi Jayapura, Marke Wanget menjelaskan dampak kelesuhan ekonomi mulai terlihat pada Oktober 2022, dimana penjualan otomotif sangat berkaitan erat dengan pendapatan masyarakat.

Jika pendapatan masyarakat naik, maka penjualan mobil juga ikut naik, hal ini yang sedang pihaknya alami, meski demikian upaya peningkatan penjualan akan tetap dilakukan.

“Kita dealer tidak tinggal diam, antisipasi dari dampak inflasi, dampak dari penurunan daya beli masyarakat, kita semakin giat mengerjakan program-program yang berdampak dengan masyarakat, seperti saat ini yang sedang kami lakukan untuk pembelian mobil Toyota konsumen mendapatkan free gratis service dan sparepart selama 4 tahun,”Katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (4/11) kemarin.

Diakuinya, sehingga setiap konsumen yang sudah membeli mobil Toyota tidak perlu khawatir masalah service dan sparepart karena pihaknya menjamin sampai dengan 4 tahun servis dan sparepart gratis.

Selain itu Manager Retell Deltafone, Ari Mardin menjelaskan menghadapi resesi ekonomi Tahun 2023, Managemen Deltafone tetap antusias menyiapkan diri menyambut dampak resesi tersebut.

“Kita tidak ada yang tahu resesi ke depannya itu bakal seperti apa,  ya memang sudah banyak berita-berita yang membahas tentang resesi di Tahun 2023, tapi kita kita harus siap menghadapi hal itu,”Terangnya.

Diakui Ari, sampai dengan saat ini dampak resesi sudah mulai terlihat dengan menurunnya daya beli masyarakat, disini apakah masyarakat mulai menyimpan uangnya untuk kondisi resesi atau lebih fokus mencukupi kebutuhan lainnya dibandingkan kebutuhan membeli handphone.

“Pada dasarnya kami tetap siap membenahi managemen menghadapi resesi ekonomi kedepannya,” tambahnya.

Selain itu, Randi pemilik toko emas Anugrah di Paldam menjelaskana, penurunan daya beli masyarakat terhadap emas juga sedang pihaknya rasakan, bahkan disaat harga emas yang turun hingga Rp 850 ribu/gram saat ini.

“Lesunya pembelian emas saat ini, juga merupakan bagian dari menghadapi resesi ekonomi ditahun yang akan datang, tidak hanya itu daya beli menurun ini juga menjadi pemicu harga emas sampai saat ini tidak mengalami kenaikan harga, padahal sudah memasuki 2 bulan,” terangnya.

Lanjutnya, dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap resesi ekonomi tahun 2023 tidak begitu signifikan dampaknya untuk Papua, khususnya di Kota Jayapura. (ana/gin)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: