Beranda UTAMA PAPUA Seluruh Pesona Wisata Ditampilkan di FBLB

Seluruh Pesona Wisata Ditampilkan di FBLB

0
Noken asli berukuran raksasa yang dipersiapkan dalam FBLB ke 30 saat diarak di Distrik Welesi usai diserahkan kepada Bupati Jayawijaya. ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-H-1 menjelang pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-30 pemda Jayawijaya menerima kedatangan Menteri PPPA Yohane Yembise yang dijadwalkan akan membuka pelaksanaan Festival tersebut secara resmi pada Rabu (7/8) hari ini. Panitia juga merancang beberapa bentuk baru dari acara yang dipersiapkan dibandingkan dengan ditahun yang lalu.

  Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengakui untuk pembukaan FBLB akan dilakukan oleh Menteri PPPA yang juga akan berkunjung ke honai festival yang dipersiapkan, selain Menteri Yembise, ada juga Deputi Kementrian Pariwisata yang datang untuk melihat acara yang telah masuk dalam program Wonderful Indonesia ini.

  “Kami lihat dari kedatangan menteri sejak pagi, penerbangan yang menuju ke Wamena selalu dipenuhi oleh wisatawan asing, baik dari China, Jepang dan beberapa turis dari Amerika  maupun negara eropa yang telah berdatangan ke Wamena,”ungkapnya Selasa (6/8) kemarin.

  Di sisi lain Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jayawijaya Naftali Rumbiak menyatakan, Kampung Wisata merupakan salah satu dari sekian banyak objek wisata yang nantinya bisa dinikmati wisatawan pada pagelaran festival budaya tahunan yang digelar setiap bulan agustus ini, salah satunya penginapan ala suku Dani.

  “Kita punya tiga kampung wisata yaitu kampung wisata Obia, Soroba dan kampung wisata Yali Mabel kami mencoba untuk menawarkan sensasi hidup sebagai masyarakat suku Dani di Kampung wisata ini,” katanya kemarin

  Menurutnya, di tiga kampung wisata ini nantinya para wisatawan dapat menikmati sensasi tinggal di Honai ala Suku Dani, yang mana honai-honai tersebut dikelola langsung oleh masyarakat setempat sehingga masih terjaga keunikannya serta tidak terkontaminasi dengan budaya dari luar Jayawijaya.

  “Jadi ada pondok-pondok tradisional yang masyarakat siapkan, jadi kita bisa tinggal di pondok atau mendirikan tenda di pekarangan, tergantung keinginan dari turis yang ingin merasakan sensasinya,” jelas Naftali Rumbiak.

  Secara terpisah Pejabat Pembuat Komitmen FBLB ke 30 tahun  2019 Rabindra Patasik menyebutkan tujuan didirikannya kampung dan kampung Festival ini karena pemerintah ingin memperkenalkan kepada pengunjung yang datang bagaimana kekayaan budaya di Lembah Baliem,  bahkan ada beberapa seniman lokal yang didatangkan mengajarkan setiap tamu yang datang digunakan ilmunya untuk mengedukasi.

  “Di iven ini kami mengajak para tamu bagaimana cara pembuatan pemanfaatannya seperti , termasuk panitia juga akan memberikan edukasi bagaimana melakukan dokumentasi Photografer, dan juga memperkenalkan destinasi wisata yang ada Kabupaten Jayawijaya.”jelasnya

  Dalam pelaksanaannya, kata Rabindra, panitia akan bekerjasama dengan taman Lorenz dimana yang akan ditampilkan itu semua kekayaan alam yang ada ditaman Lorenz seperti burng –burung endemik yang hanya ada di Taman Lorenz. 

  Ia juga menyatakan, Selain Rekor Muri ayaman noken raksasa, Tarian Perang –perangan, serta beberapa tempat wisata lainnya seperti pasir putih dan Mumi yang dipersiapkan dalam dalam pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem, Pemda Jayawijaya dan Even Organizer juga mempersiapkan sejumlah acara baru seperti Kampus Wisata, Kampung Wisata, Kuliner Baliem Market Nigth serta city Tour dari cagar alam Taman Nasional Lorenz yang ada di Jayawijaya. (jo/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here