Beranda KRIMINAL Sempat Dirawat, Prajurit TNI Korban Penembakan Gugur

Sempat Dirawat, Prajurit TNI Korban Penembakan Gugur

0
PENGHORMATAN: Jenazah Praka Anumerta Sirwandi korban penembakan KSB di Mbua mendapat penghormatan sat tiba di Mako Yonif RK 751/VJS sebelum diberangkatkan ke Lombok NTB, Minggu (18/8). ( FOTO : Kodam XVII/Cenderawasih fro Cepos)

JAYAPURA-Praka Anumerta Sirwandi, korban penghadangan Kelompok Separatis Bersenjata di Mbua yang terjadi, Jumat (16/8), gugur setelah sempat mendapat perawatan medis di ruang ICU RSUD Wamena, Sabtu (17/8) sekira pukul 21.35 WIT. 

Korban sempat menjalani operasi akibat luka tembak di dada dan menembus perut, namun nyawa Praka Anumerta Sirwandi tidak tertolong. 

Minggu (18/8) sekira pukul 09.20 WIT, jenazah diterbangkan dari Bandara Wamena menuju Bandara Sentani dan selanjutnya disemayamkan di Mako Batalyon Infanteri RK 751/VJS sebelum diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk dimakamkan.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, SIP., memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah anggota Yonif RK 751/VJS di Mako Yonif RK 751/VJS Sentani, Jayapura, Minggu (18/8).

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Cpl Daryanto mengatakan, Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan pengorbanannya dalam melaksanakan tugas negara yaitu kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari prajurit satu menjadi prajurit kepala Anumerta. 

Jenazah diterbangkan ke Lombok NTB dengan rute penerbangan Sentani Jayapura-Makassar-Lombok menggunakan pesawat Batik air ID6183 pukul 17.05 WIT. Pelepasan dan penghormatan terakhir kepada jenazah di Bandara Sentani dipimpin oleh Dandim 1701/Jayapura, Letkol Inf Johanis Parinussa. 

Sebagai pendamping jenazah sampai dengan diterima oleh pihak keluarga yaitu Mayor Inf Rofi Irwansyah (Danyonif RK 751/VJS) dan Lettu Inf Rhizal Shanda Santoso (Danki D Yonif RK 751/VJS).

Kapendam menuturkan, Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah  merupakan kelahiran Lombok NTB tepatnya di Kabupaten Sakra, 24 April 1996. Almarhum merupakan  putra dari pasangan Baharuddin dan Ibu Ramlah. 

Praka Sirwandi menyelesaikan pendidikan Secata dengan kejuruan Infanteri di Rindam IX/Udayana Tahun 2015 dan langsung mendapat penugasan sebagai Tabakpan di Kompi D Yonif RK 751/VJS Kodam XVII/Cenderawasih.

Terkait dengan insiden penembakan tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, telah memerintahkan seluruh personel Pos-pos Satgas Pamrahwan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengawasi jalan-jalan maupun medan-medan yang kemungkinan dijadikan sebagai jalan pelarian KSB.

“Situasi di sana sudah kondusif. Anggota kami di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok ini,” jelas Pangdam usai menghadiri upacara peringatan HUT RI di Mandala, Sabtu (17/8).

Dirinya mengajak masyarakat tidak perlu takut. Sebab Kodam telah berkoordinasi baik dengan Polda maupun Pemda setempat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sekedar diketahui, dua anggota TNI dari Yonif 751/VJS  yaitu Pratu Panji dan Pratu Sirwandi ditembak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Jalan Ujung Aspal, Danau Habema, Jumat (16/8), sekira pukul 15.15 WIT.

Saat kejadian, Pratu Panji (Tabakpan Satgas Yonif RK 751/VJS) mengalami luka tembak pada bagian lengan kiri dan lecet akibat peluru pada paha kanan dengan kondisi saat ini sadar. 

Sementara Pratu Sirwandi (Tabakpan Satgas Yonif RK 751/VJS) mengalami luka tembak pada selangkangan dalam bagian paha kiri tembus ke pinggang.

Dari kronologi kejadian, sekira pukul 11.00 WIT, 12 orang pers Batalyon 756 dan 751 Dpp. Serka David melaksanakan Serpas dari Mbua menuju Wamena menggunakan dua kendaraan Toyota Hilux, setelah melaksanakan Dorlog pada tanggal 15 Agustus 2019.

Sekira pukul 15.15 WIT, di jalan Ujung Aspal Danau Habema, terjadi penghadangan oleh anggota KKSB. Anggota KKSB diperkirakan menggunakan senjata api jenis Minimi, sehingga mengakibatkan 1 mobil mengalami rusak berat dan dua personel tertembak.

Sekira pukul 15.30 WIT, Serka David memerintahkan untuk melaksanakan pengunduran dengan kondisi salah satu ban mobil Hilux terkena tembakan, dikarenakan melihat situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Sehingga satu kendaraan Hilux ditinggalkan dan tim pergi hanya menggunakan kendaraan Hilux.

Sekira pukul 17.00 WIT, 12 personel dipimpin Serka David telah tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena dan melaksanakan evakuasi terhadap dua personel yang terkena tembakan. (fia/nat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here