Beranda Merauke Hari Ini Semua Kata-Kata Pelecehan Harus Diuubah Jadi Kekuatan

Semua Kata-Kata Pelecehan Harus Diuubah Jadi Kekuatan

0
Himpunan mahasiswa Malind Anim Ha (HMM) saat mengikuti seminar Himpunan Mahasiswa Malind Anim Ha (HMM)  dengan tema peran mahasiswa Malind Anim Ha dan Pemuda dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 di auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu  (2/8). ( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE-   Mantan Bupati Merauke    yang juga tokoh Selatan Papua Drs Johanes Gluba Gebze mengungkapkan bahwa kata-kata pelecehan  atau stigma yang selama  ini  didapatkan  orang Papua  harus diubah menjadi sebuah kekuatan dan energi. 

  ‘’Hari ini penghinaan  tapi besok  harus menjadi pujian. Kita harus punya prinsip.” tandas  Johanes Gluba Gebze saat memberikan  sambutan pada pembukaan seminar Himpunan Mahasiswa Malind Anim Ha (HMM)  dengan tema peran mahasiswa Malind Anim Ha dan Pemuda dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 di auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu  (2/8).  

   Selain itu, lanjut    mantan bupati Merauke 2 periode tersebut  bahwa kata-kata   rasis  yang diucapkan kepada orang Papua ada nilai positifnya  juga. Sebab, dengan kata-kata rasis itu, membuat semua orang Papua bersatu. 

  “Karena     dari kata monyet  itulah  kita orang Papua bisa bersatu.   Melawan itu. Kalau tidak ada kata monyet orang Papua tidak akan ribut di tanah ini.    Kita rasa itu penghinaan. Tapi kalau tidak ada kata itu  maka  tidak ada gerakan persatuan di tanah ini,’’  tandasnya. 

   Sementara  kepada para mahasiswa mahasiswi Marind   tersebut , JGG berpesan   untuk belajar dan membaca lebih banyak    supaya memiliki perbendaharaan kata-kata yang banyak. Sebab menurutnya, pada saat aksi demo sehari sebelumnya   dalam orasi penyampaian pendapat tersebut banyak   kalimat yang tidak nyambung. 

  “Sudah bagus sebagai star awal.   Tapi harus banyak belajar dan baca supaya memiliki perbendaharaan kata untuk tampil. Sebab, kalau kita miskin   perbendaharaan maka  nantinya kita akan bingung-bingung dan    besok kita buat kalimat   yang  tidak sambung dengan  kalimat berikutnya. Jadi baca sebanyak-banyaknya. Jangan percaya ijazah. Ijazah itu baru awal. Tapi belajar selanjutnya setelah dapat ijazah itu yang paling penting,’’ jelasnya.   

   Menurutnya, mahasiswa   tidak boleh sibuk main  media sosial atau hanya main gaplek. Karena mahasiswa model  ini ,  akan menjadi malapetaka bagi negerinya.  JGG juga meminta para mahasiswa  tersebut untuk berkomitmen  tidak lagi berteman dengan minuman keras. Karena minuman     itu hanya sebagai pelengkap.   Tak kalah pentingnya, tambah JGG adalah peforma   penampilan diri. ‘ Pinang  itu tradisi, tapi jangan sampai melahirkan sebuah peforma yang  minus. Kita harus mulai dandani sikap dan penampilan  dan yang lain. Karena kehormatan  itu akan datang,’’ tambahnya. (ulo/tri)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here