Sepakat Bentuk Forum Tingkat Pimpinan Perguruan Tinggi

By

Suasana Universitas Cenderawasih (Uncen) Gelar Pertemuan Pemimpin Perguruan tinggi se  Tanah Papua, di Hotel Grend Abe belum lama ini. (FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA-Usai  Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar pertemuan pemimpin perguruan tinggi se-Tanah Papua, akhirnya disepakati untuk membentuk  forum tingkat pimpinan perguruan tinggi untuk membicarakan sejumlah kasus di dunia kampus.

  Wakil Rektor IV Bidang kerja sama Fredy Sokoy yang juga selaku ketua panitia kegiatan   mengatakan bahwa dalam pertemuan itu, dilakukan  pertama evaluasi sejumlah kendala yang di alami perguruan tinggi yang diidentifikasi dan sejumlah langkah yang harus disepakati bersama.

  “Pengembangan Univeristas di Papua harus seimbang dengan Universitas terkemuka baik di jawa dan kalimantan dan kita mau supaya kampus di Papua bisa hasilkan kualitas mahasiswa dan dosen juga akademik yang berkualitas,” katanya.

  Dalam rangka perjuangakan berbagai bentuk kemajuan pendidikan di dunia kampus tidak bisa perguruan tinggi jalan sendiri  – sendiri. “Melihat hal ini maka telah di sepakati  dibentuknya forum perguruan tinggi se tanah Papua, dan mereka telah menunjukan rektor Uncen sebagai ketua dan beberapa perwakilan perguruan tinggi ada dalam organisasi ini segera menyusun ADA/RT dan beberapa hal terkait perguruan tinggi dan akan di lantik pak mentri untuk di SKkan,” paparnya.

  Meski demikian pihaknya mengatakan nantinya pekerjaan mereka cukup berat karena perguruan tinggi dengan jumlah 108 Perguruan tinggi negeri dan swasta butuh keterlibatan dan kerjasama.

  “Sudah cukup banyak maka tidak bisa jalan sendiri – sendiri harus  Perguruan tinggu jalan bersama, maka semua sudah sepakat membentuk organisasi secara independen akan memperjuangkan perguruan tinggi di Papua agar bisa maju dan berkembang apa lagi akan adanya tantangan DOB maka ini akan jadi perhatian serius,” ujarnya.

  Ia juga mengaku salah satu masalah juga yang  di bicarakan dalam pertemuan itu soal pendanaan. “Ada bantuan pendanaan di univeristas ada yang tidak dapat sama sekali dan universitas ada yang tidak Otonom, maka tidak di biayai otsus tapi kampus vertikal ini juga bisa mendapat dana karena mereka juga mengajar anak anak Papua,” katanya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: