September Puncak Kemarau, Dasarin Ketiga November Mulai Hujan

By
Prakirawan BMKG Merauke  Yana  Arifin saat menjelaskan kondisi  cuaca di wilayah Kabupaten Merauke saat ini ketika ditemui media ini,  Rabu (25/9).   (FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Kendati  ada hujan  lokal turun  di kota Merauke maupun di   daerah sekitar Semangga da Tanah Miring, Merauke   bukan berarti  bahwa  sudah memasuki musim  hujan. Karena puncak musim kemarau justru  diperkirakan terjadi  pada bulan September  2019. 

  “Di musim kemarau, bukan    berarti tidak turun hujan, tetap ada hujan  namun itensitasnya  kecil dan  bersifat lokal. Kalau orang  Merauke bilang   hujan-hujan musim mangga,’’ kata Prakirawan  BMKG Merauke Yana Arifin saat ditemui media ini di Kantornya, Rabu (25/9).    

   Yana Arifin mengungkapkan bahwa  bulan   September  2019 ini merupakan puncak  dari musim kemarau di tahun  2019. Sedangkan musim  hujan diperkirakan  akan mulai  terjadi pada dasarin  ketiga  pada November mendatang. 

   Meski demikian, diakui  Ya Arifin, adanya hujan yang terjadi  sekitar 3 hari lalu   telah   mengurangi  titik api  di  wilayah Kabupaten Merauke.  Menurutnya, sebelum   hujan tersebut    titik api yang tertangkap satelit   yang ada di wilayah  Kabupaten Merauke  rata-rata diatas 10   titik setiap harinya. Namun dengan adanya hujan tersebut, titik apinya    turun drastis.  Bahkan  Rabu kemarin, yang terbaca   oleh satelit  hanya 2 titik api. ‘’Tapi sebelum  terjadi hujan tersebut, titik api di wilayah  Merauke     di atas 10    titik setiap harinya. Lebih  banyak terjadi di daerah sekitar Pulau  Kimaam,”  jelasnya. 

    Ditanya  kondisi cuaca di  sekitar laut Merauke,   Yana  Arifin menjelaskan bahwa  untuk  perairan  Merauke  saat ini dalam kondisi yang sangat aman  untuk berlayar. Karena  cuaca atau ombak lagi  teduh atau sekitar 0,5-1 meter. Sementara di  sekitar Laut Arafura, terangnya   tinggi gelombang  1-2 meter. ‘’Kalau perairan Yos Sudarso, tinggi       gelombang antara 0,75-1,5 meter sama dengan sekitar perairan  Asmat,’’ jelasnya. 

  Dengan    tinggi gelombang  yang  demikian, menurut Yana Arifin   cukup aman  untuk kapal-kapal melakukan   perjalanan pelayaran. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: