Sering Jadi “Kolam”, Terminal Hilux Dikeluhkan

By
Terminal khusus angkutan jurusan Boven Digoel dan Pickup  yang ada di belakang SMPN 2 Merauke yang dikeluhkan. ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Terminal  khusus untuk   mobil Hilux,  angkutan  umum antar kabupaten, Merauke-Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel dan untuk pikap  yang berada di belakang SMPN 2 Merauke  dikeluhkan. Pasalnya pada saat musim hujan,       terminal  tersebut layaknya sebuah kolam yang   tidak layak   menjadi sebuah terminal. 

     ‘’Kalau kita lihat kondisi dari terminal ini, sebenarnya    ini tidak layak dibilang sebuah terminal. Kami butuh sebuah terminal   yang lebih layak dari yang ada sekarang,’’ kata  Ketua Perhimpunan Sopir  Hilux  Merauke-Tanah Merah Edi Latumahina kepada wartawan di temui,  Sein (3/6).  

     Dia   mengharapkan adanya perhatian  dari pemerintah  daerah   untuk  dibuatkan sebuah   terminal  yang  dapat dikatakan layak tersebut. 

     ‘’Kemarin memang ada bantuan dari Pak Bupati, seperti pasir.  Tapi kan butuh  semen dan peralatan lainnya untuk   pengerasan. Tapi hanya sebatas   pasir  sebanyak 15 truk,’’ katanya. Padahal   untuk  tempat berlindung para sopir di kala   hujan dan dan terik matahari  tersebut dibangun dengan swadaya para sopir sendiri. 

  ‘’Nanti APBD  2017, baru kami dapat bantuan Box Cover  untuk jembatan masuk dan keluar. Tapi persoalan sekarang ini  karena lahan parkir yang tidak mendukung.  Kami    berharap   tempat ini dibuat permanen,’’ terangnya. 

   Pihaknya sendiri, lanjut      Edi Latumahina sudah berusaha timbun dengan tanah, namun ketika    hujan datang maka tanah tersebut dibawa air. Belum lagi ban mobil yang    sebagian bawa  tanah timbun tersebut. Disinggung  soal penumpang di saat Idul Fitri, Ferdinan mengaku bahwa     penumpang mengalami peningkatan yang  cukup signifikan. Namun peningkatan penumpang ini bukan   dari Merauke ke Boven Digoel,  namun dari Boven Digoel ke Merauke.   

   ‘’Nanti kalau arus balik  yang  membuat kita kewalahan. Karena mobil yang ada di sini tidak mampu  menampung  penumpang yang akan balik ke Asiki dan Tanah Merah,’’ jelasnya.     

  Ditambahkan, jumlah  mobil Hilux  jurusan Merauke-Asiki dan Tanah Merah saat ini kurang lebih 300 unit dengan  tarif  untuk Merauke-Tanah Merah sebesar Rp 700 ribu perkepala dan Merauke-Asiki Rp 500 ribu.  (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: