Sering Kecurian, Anak-anak SDN Inpres Belajar di Lantai

By

Para peserta didik di SDN Inpres Pantai Engros melakukan proses belajar dengan kondisi ruangan apa adanya. Ada yang terlihat duduk di lantai dan ada juga yang duduk di kursi. Ini tak lepas dari seringnya pencuri melakukan pencurian asset sekolah. Foto diambil Senin (25/4).(FOTO: Foto Danramil Abepura)

JAYAPURA – Pencurian yang tengah marak di Kota Jayapura ternyata tak hanya bersentuhan dengan curanmor. Ada kasus lain yang juga menarik, karena memberi dampak tidak ke personal melainkan banyak orang. Ini terjadi di SDN Inpres Pantai Engros yang berada di Tanah Hitam. Sekolah yang baru diperbaiki pada akhir tahun lalu ini ternyata menjadi tempat langganan pencurian. 

   Pelaku dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini dikatakan sering masuk ke lokasi sekolah dan menjarah apa saja yang dianggap memiliki nilai atau bisa dijual. Bahkan   atap seng dan daun pintu juga dijadikan sasaran.  

   Tercatat ada 13 pintu yang dicuri oleh para pelaku dan hingga kini pelaku masih berkeliaran alias belum tertangkap. “Kami juga bingung karena sekolah ini setiap tahun ada saja barang yang dicuri. Dulu laptop, komputer, printer dan kini pintu – pintu ruangan juga dicuri,” ujar Mima, seorang guru di sekolah itu saat ditemui, Senin (25/4). 

   Dikatakan dari kasus demi kasus semua sudah dilaporkan, bahkan anggota DPRD juga sudah datang mengecek kondisi sekolah, namun hingga kini bangunan sekolah tetap beroperasi tanpa  pintu penutup ruangan. “Semua terbuka seperti yang dilihat ini,” ujar Mima sambil menunjuk  ruangan tanpa pintu.

    Sebelumnya informasi ini  disampaikan oleh salah satu Babinsa Koramil 1701-03 Abepura, Sertu Yulius Danoreh  dan Serma Maikel Merahabia yang melakukan pemantauan teritorial kemudian menyambangi  SDN Inpres ini selanjutnya  ke pimpinan. 

   “Iya tadi ada anggota saya juga sempat ke sana dan melaporkan ke kami soal sekolah tersebut,” kata Danramil Abepura, Kapten Inf Guntur Lukas Tjoe. 

   Dari kondisi ruangan yang tanpa pintu ini dikatakan banyak meja dan bangku yang akhirnya ikut dicuri. Alhasil anak – anak sekolah lebih banyak belajar di lantai. “Meja dan kursi tersisa sedikit jadi anak – anak banyak yang memilih belajar di lantai meski ada juga yang masih di kursi,” imbuhnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: