Siapkan Ruang UKS, Tak Boleh Lepas Masker, dan Tak Ada Salaman

By

Saat Pelaksanaan Kegiatan Belajar Tatap Muka (BTM) Mulai Diberlakukan

Mulai pekan ini pelaksanaan Belajar  Tatap Muka (BTM)  di Kota Jayapura  secara bertahap mulai diberlakukan , untuk mencegah adanya kasus baru, Pemkot Jayapura mengawasai dengan ketat pelaksanaan BTM di sekolah-sekolah, bagaimana pelaksanaanya? 

Laporan: Gratianus Silas dan Gamel Abdel Naser 

PON XX telah usai, hingga kini tak ada penambahan kasus signifikan,  dan yang akan segera dilakukan yakni kegiatan Belajar Tatap Muka (BTM). Sudah  dua tahun para pelajar  tak bisa bersua dengan teman-temannya di sekolah. Sebenarnya saat tahun ajaran baru, Pemkot Jayapura sudah mulai menerapkan BTM, namun belum sempat dilaksanakan karena jumlah kasus Covid-19 meningkat lagi. Karena itu saat inilah waktu yang tepat untuk belajar secara offline. 

  Didampingi Pansus Covid 19 DPRD Kota Jayapura, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., meninjau belajar tatap muka (BTM) di SD Inpres Kotaraja dan SMPN 2 Abepura, Selasa (19/10) kemarin, seiring telah kembali dilaksanakannya BTM di Kota Jayapura.

Penerpan protokol kesehatan di sekolah menjadi penting untuk dilihat secara langsung, karena berhubungan erat dalam menjaga para guru dan siswa dari ancaman penularan Covid 19.

“Dari hasil pantauan di SD Inpres Kotaraja dan SMP 2 Abepura, ada beberapa kekurangan yang mesti dipenuhi, yakni prokes yang ketat. Harus siapkan disinfektan untuk semprot alas kaki, serta ruang kelas sebelum dan sesudah BTM,” terang Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Selasa (19/10) kemarin.

Kata Wali Kota, hal lain mereka sudah penuhi, di mana siswa yang datang diukur suhu tubuhnya, mencuci tangan, jaga jarak, serta waktu pembelajaran.

“Terima kasih dukungan komite sekolah. Dari diskusi saya bersama anak-anak, mereka senang BTM kembali dilakukan. Mereka juga melakukan prokes, termausk handsanitizer yang disiapkan dari rumah,” tambahnya.

 Ketua Pansus Covid 19 DPRD Kota Jayapura, Yuli Rahman, berharap prokes ketat diterapkan di sekolah secara berkesinambungan. Artinya, jangan sampai terputus perhatian terhadap penerapan prokes di sekolah.

“Kami dari Pansus berharap prokes itu tetap dijaga di sekolah. Selain tempat mencuci tangan, dan wajib masker bagi siswa, kami harap waktu belajar diatur sehingga kapasitas ruangan itu tetap terjaga 50 persen,” tambah Yuli Rahman. 

 Di Tempat terpisah,  Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru MM mengatakan  Aktifitas belajar mengajar dengan cara tatap muka di Kota Jayapura akhirnya mulai diberlakukan pada Selasa (19/10). Sekolah tingkat SD maupun SMP sudah melakukan belajar offline dan mendatangi sekolahnya masing- masing. 

 Dihari pertama itu juga langsung dilakukan pengecekan dan pengawasan ke sekolah — sekolah. Wakil Wali Kota, Ir H Rustan Saru MM yang ikut mengecek mendapati pesan yang dilontarkan para peserta didik bahwa sejatinya mereka rindu untuk belajar tatap muka. 

 “Ada banyak kerinduan dimana mereka rindu guru mereka, teman mereka, suasana sekolah termasuk bagaimana bisa masuk di ruang kelas untuk belajar bersama. Itu yang mereka sampaikan kemarin,” kata Rustan Saru saat ditemui di ruang VIP Room, Bandara Sentani, Rabu (20/10). 

 Ia menjelaskan bahwa hari pertama ia dan tim melakukan pengawasan dan pengecekan ke sekolah — sekolah dengan melibatkan Satgas dari bidang  pendisiplinan dan pengamanan dimana  ada 5  sekolah yang kami datangi mulai dari sekolah Kalam Kudus, SMPN 3 Jayapura, Madrasyah Iftidaiyah di Argapura, YPPK Santo Petrus dan salah satu pesantren di Entrop. 

 Dari lima sekolah ini semua berjalan normal dengan menerapkan rambu — rambu dimana proses pembelajaran dilakukan per-shift dimana jadwal pertama masuk pukul 07.30 WIT — 09.30 WIT dan kedua pukul 09.30 WIT — 11.30  WIT.  Lalu kata Rustan untuk kelas hanya diisi 15 hingga 17 orang. “Dari pemantauan kami setelah dicek dari sisi protokol  kesehatan wajib ada tandon air, pengukur suhu, tempat tisu untuk sampah, dan perlu ada tim satgas masing — masing sekolah. Ini juga diawasi oleh guru, komite sekolah dan pengamanan sekolah,” katanya. 

 Tak hanya itu, tim Satgas Covid juga meminta disiapkan ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) untuk mengantisipasi jika sewaktu — waktu ada murid yang harus dirawat. Dan usai belajar pihaknya meminta langsung disemprot. “Lalu tak boleh masker dilepas dan tak ada salaman dan olahraga pagi. Dari prokes saya pikir sudah terjaga dan dari aspek siswa saya melihat bangku juga dibuat berjarak. Lalu di sekolah tak boleh ada jajanan atau kantin. Tak boleh olahraga karena usai olahraga ini mereka akan berkumpul,” beber Rustan.  

 Dalam kesempatan itu Rustan juga menanyakan apakah senang sekolah online  atau tatap muka dan ternyata dijawab lebih senang tatap muka. “Dengan polos mereka sampaikan rindu bertemu guru, bertemu teman dan lebih konsen jika  diperhadapkan dengan guru. Kami pikir jika aturan main diterapkan baik maka sekolah bisa tetap melaksanakan tatap muka seperti ini,” ibuhnya (*/wen) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: