Sinkronisasi dan Koordinasi Harus Jalan, Atlet dan Ofisial Harus Terlayani dengan Baik

By

Melihat Pengelolaan Bus-bus saat PON XX

Sebanyak 428 unit bus dari Kementerian Perhubungan telah tiba di Papua. Kota Jayapura mendapat 176 unit bus yang diperuntukkan sebagai moda transportasi bagi atlet dan ofisial dalam penyelenggaraan PON. Lantas bagaimana pengelolaannya? 

Laporan: Gratianus Silas 

Sejak tiba di Pelabuhan Jayapura, Rabu (1/9) awal bulan ini, sebanyak total 428 unit bus dari Kementerian Perhubungan akan disebar lagi ke 4 kabupaten/kota penyelenggara PON Papua, di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Dari jumlah total tersebut, sub klaster Kota Jayapura sendiri mendapat total 176 unit bus yang diperuntukkan sebagai moda transportasi yang mengantarkan para atlet dan ofisial dari tempat akomodasi menuju venue pertandingan, begitupun sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, menjelaskan bahwa pengelolaan bus sebagai moda transportasi PON Papua tetap dilakukan oleh PB PON. Namun, pihaknya dari Sub PB PON Kota Jayapura akan melakukan pemetaan terhadap distribusi bus bagi atlet dan ofisial.

“Jumlah unit bus di Kota Jayapura itu ada 176, sehingga kita harus petakan berdasarkan atlet dan ofisial yang kita hitung untuk disesuaikan dengan kebutuhan bus,”  jelas Justin Sitorus kepada Cenderawasih Pos, Selasa (7/9) lalu.

Justin menggambarkan, misalnya, cabor Softball yang memiliki 90 atlet, 45 ofisial, dan 5 ekstra ofisial, sehingga totalnya ada 140 orang. Demikian, yang dibutuhkan tidak lain sebanyak 7 bus, di antaranya 4 mikro bus dengan kapasitas 19 tempat duduk, dan 3 medium bus dengan kapasitas 26 tempat duduk.

 “Nah contohnya seperti itu. Nanti cabang olahraga lain juga diatur demikian. Oleh karena itu, dibutuhkan sinkronisasi antara Sub PB PON Kota Jayapura dan PB PON Papua, sehingga semuanya berjalan dengan lancar. Jadi, memang harus disinkronisasi, sehingga teratur, di mana atlet dan ofisial dari 33 provinsi itu difasilitasi dengan baik,” terangnya.

 Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky Ambrauw, menjelaskan, semua bus dari Kementerian Perhubungan itu dimanfaatkan untuk melayani atlet dan ofisial selama PON berlangsung.

“Pelayanan akan dimulai dari penjemputan dari bandar udara hingga ke tempat penginapan, serta segala kegiatan selama pelaksanaan PON berlangsung,” jelas Reky Ambrauw.

Sedangkan untuk sopir bus juga dibagi. Dengan kata lain, ada yang direkrut oleh Kementerian Perhubungan, ada pula yang direkrut oleh PB PON Papua.

“Untuk bus medium itu dari Kementerian Perhubungan sudah termasuk sopir. Sedangkan untuk mikro bus diberikan kewenangan dari Kementerian Perhubungan untuk merekrut sopir atas permohonan Gubernur Papua kepada Presiden RI. Jadi 100 persen untuk mikro bus itu sopirnya orang asli Papua (OAP). Sudah kami rekrut 261 sopir orang asli Papua, termasuk sopir cadangan,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: