Beranda Merauke Hari Ini SKPD Diimbau Segera Lelang Paket di Atas Rp 1 M

SKPD Diimbau Segera Lelang Paket di Atas Rp 1 M

0
Ridwan Pikarima, ST  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Seluruh pimpinan  SKPD  di lingkup Pemkab Merauke diimbau untuk segera memasukan  paket   pekerjaan baik fisik, pengawasan maupun perencanaan    untuk ke LPSE untuk dilakukan proses    tender atau lelang.

   ‘’Kami  mengimbau  kepada seluruh pimpinan SKPD untuk segera memasukan paket-paket yang akan dilelang mengingat   waktu efektif   tinggal  3 bulan,’’ kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kabupaten Merauke,   Ridwan Pikarima, ST ditemui media ini di ruang kerjanya,  Senin  (26/8).   Paket lelang yang dimakudkan adalah  yang dibiayai dari  Dana Alokasu Umum (DAU) APBD 2019. 

     Ridwan memperkirakan  masih banyak  SKPD yang belum memasukan  paket  pekerjaan yang   akan dikerjakan tersebut  untuk segera  dilakukan tender. Padahal, lanjutnya, untuk  melakukan tender  membutuhkan  waktu sekian hari   kemudian setelah  ada pemenangnya baru   bisa dilakukan kontrak  kerja dan  pekerjaan baru bisa dilaksanakan.

  ‘’Kita sudah  di pengujung   bulan  Agustus. Sementara tender itu butuh waktu juga. Jadi yang sifatnya APBD murni yang paketnya diatas Rp 1 Miliar, kami harapkan untuk segera dilaksanakan   lelang sebelum  APBD Perubahan 2019 dilaksanakan,’’ jelasnya. 

       Nantinya, kata  Ridwan Pikarima,   jika  paket pekerjaan tersebut  terlambat dimasukan  maka  pihaknya  tidak bisa  melakukan proses lelang lagi.  ‘’Ya, kalau sudah di bulan September, kemungkinan kecil kita  bisa laksanakan tender lagi  untuk APBD murni  mengingat waktu yang semakin   sempit. Kita harapkan di sisa waktu yang ada   ini dapat dimanfaatkan  oleh  para pimpinan SKPD untuk segera memasukan  paket  pekerjaan mereka  untuk dilakukan tender  lelang,’’ lanjutnya.    

   Paket  yang  dapat ditender   lewat lelang  tersebut, lanjut Ridwan Pikarima adalah paket  pekerjaan yang  bernilai di atas Rp 1 miliar. Sebab,    sudah ada Kepres   terbaru  tahun 2019  terkait  tender di Papua. Dimana  untuk  paket  yang bernilai di bawah Rp 1 miliar  dapat dilakukan  penunjukan dalam rangka  pemberdayaan  pengusaha asli Papua. 

   Soal kendala yang dialami oleh setiap SKPD   sehingga sebagian belum melakukan  tender, Ridwan  mengaku  belum mengetahui apa  kendalanya. ‘’Kalau soal kendala  itu   saya juga  kurang tahu  apa yang  membuat sehingga sebagian  belum bisa memasukan  tender  pekerjaan  tersebut,’’ tambahnya. (ulo/tri)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here