SMA John 23 Mulai Berlakukan Sekolah Lima Hari

By
Para orang tua saat dikumpulkan oleh pihak SMA YPPK John 23 Merauke  terkait dengan pemberlakuan sekolah lima  hari  di sekolah  tersebut terhitung mulai hari ini, Senin (9/9),  di gedung gereja Katedral Lama Merauke, Sabtu (7/9).  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- SMA YPPK  Johanes 23 Merauke memberlakukan sekolah lima hari  terhitung mulai Senin (9/9), hari ini.   Pemberlakuan sekolah 5 hari  ini setelah pihak  sekolah melakukan sosialisasi sekaligus meminta pendapat dari  para orang tua   siswa di gedung Pertenten Sai atau Katedral Lama Merauke, Sabtu  (7/9).  

   Kepsek SMA John 23 Merauke  Suster Ivonne Jane Rengkuan, SJMJ, SPd,   ditemui disela-sela pertemuan dengan para    orang tua siswa tersebut mengungkapkan, penerapan   sekolah 5 hari    ini  setelah   pertemuan dengan para orang tua siswa.

 ‘’Senin besok (hari ini,red), kami mulai     memberlakukan sekolah  lima hari. Sekolah   lima hari  ini juga sesuai dengan peraturan Gubernur Papua yang mewajibkan bagi seluruh PNS. Lalu di sekolah  kami sebagian  guru PNS sehingga kita menerapkannya,’’ kata   Suster Ivonne.  

   Selain  pemberlakuan sekolah lima hari dari Senin-Jumat,  juga disepakati  masuk sekolah setiap harinya. Dari SMA YPPK John 23 Merauke menawarkan  masuk sekolah mulai pukul  07.00 WIT, namun orang tua  keberatan  dan meminta  dimulai  pukul 07.15  WIT dan proses belajar mengajar dimulai pukul 07.30 WIT dan telah disetujui oleh kedua belah pihak.    Setelah pukul  07.15 WIT, maka pintu   langsung ditutup. 

  “Masih   percobaan  selama 2 bulan. Ketika   siswa terlambat datang dan pintu  pagar sudah ditutup, maka siswa tidak diperbolehkan    masuk.  Tapi  untuk pelajaran  selanjutnya  masih diperbolehkan  masuk  kelas. Namun setelah  dua   bulan, bagi siswa yang   terlambat  datang dan pintu sudah ditutup maka  tidak diperbolehkan lagi masuk  ke dalam sekolah,’’ tandasnya.     Menurutnya  ini dilakukan dalam rangka mendisiplinkan   siswa untuk belajar disiplin. 

   Kesepakatan lainnya dalam rapat dengan orang tua siswa  tersebut,  siswa diperbolehkan membawa handphone ke sekolah. Namun   saat  belajar,  HP yang  dibawa siswa  ini  akan dikumpulkan di depan kelas. Saat  istirahat baru, HP  diserahkan kepada pemiliknya kembali. 

  “Karena   proses belajar mengajarnya  hampir seharian di sekolah,  sehingga mungkin  orang tua perlu komunikasi dengan anaknya saat   istirahat, maka disitulah anak –anak bisa  menggunakan HP. Tapi saat proses belajar mengajar,   HP harus dikumpulkan,’’ tandasnya. 

   Tak hanya itu, sekolah juga mensosialisasikan bahwa setiap   hari Rabu, seluruh siswa dan    guru  wajib menggunakan noken dalam rangka melestarikan Noken  yang sudah diakui  oleh dunia  tersebut. “Setiap Rabu, seluruh siswa dan guru  wajib gunakan  Noken.   Noken   tidak ditaruh dalam  tas, tapi   harus di luar  tas sekolah,’’ pungkasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: