SMA YPK Merauke Sudah Terapkan Belajar Tata Muka

By

Siswa  SMA YPK Merauke  yang wajib menggunakan  masker saat  berada  sekolah untuk memulai  proses belajar mengajar secara tatap muka  dengan para  guru, Selasa  (14/7) ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE- Kendati  MKKS  SMA  di Merauke  memutuskan  untuk  tetap  belajar   dari rumah, namun berbeda dengan  kebijakan  yang  ditempuh  oleh   pihak SMA YPK  Merauke.    Tidak ada lagi   belajar   dari rumah. Tapi  proses  belajar mengajar tersebut   dilakukan dengan cara tatap muka. Meski   begitu, seluruh siswa  yang  ada,  wajib  menggunakan  masker.

   Kepala  Sekolah SMA YPK Merauke Soleman Jambormias, S.Pd, M.Pd, ditemui media ini menjelaskan bahwa  sekitar 95  persen  siswa  yang ada di  SMA YPK  adalah  dari keluarga  yang ekonomi  yang lemah. Sehingga   untuk  belajar  mengajar secara online atau daring  tidak bisa dilakukan.

   “Karena mereka   tidak punya  HP android  dan lain sebagainya.  Jadi kita  siasati   2 kali. Hanya belajar 4  jam di sekolah. Misalnya, siswa itu  jumlahnya 28 orang maka kita bagi  2 kelas.  Mulai pukul 07.30-12.30   WIT. Sedangkan  sisanya  siang dengan memperhatikan  protokol kesehatan secara baik,’’ katanya.

   Untuk masker, kata   Soleman Jambormias,   dibagikan dari sekolah ke  seluruh siswa yang ada. ‘’Kami juga  siapkan   tempat cuci tangan dan  sebagainya  dan saat di kelas  jaga jarak,’’ terangnya.   

   Soleman menjelaskan  bahwa  seluruh   siswa  mulai kelas X-XII  masuk  mulai  hari  Senin-Jumat. Hanya  yang berbeda, setiap  kelas  dibagi  2 dengan jam yang berbeda.  ‘’Misalnya  shift  petama mulai  dari pukul  07.30-10.00 WIT  kemudian shift kedua mulai  pukul 10.00-12.30 WIT,’’   katanya.   

  MenurutSoleman  Jambormias,  kebijakan ini dilakukan   mengingat pengalaman  selama  ini  di masa pandemi  Corona. Dimana pihaknya   mencoba memberikan   pelajaran   secara online,  namun sulit  dilakukan   karena  siswa   tidak  memiliki HP android. “Ada yang satu kelas 7 orang yang punya  HP android  tapi   kesulitan  di pulsa data.  Sehingga   kita buat seperti ini  dengan prorokol kesehatan,” jelasnya.

  Selain itu, tambah   dia, seluruh siswa yang ada tersebut akan dilakukan rapid  test. “Besok  (hari ini,red)  semua  guru dan siswa ikut  rapid test. Kami minta  dari  Chito  untuk lakukan   rapid test. Rapid testnya dibayar  oleh sekolah,’’ tambahnya.

   Ditanya  apakah  kebijakan  ini berlaku  untuk  SD dan SMP,  Soleman Jambormias yang juga Ketua PSW  YPK Merauke  ini mengaku  sedang  melakukan rapat  dengan seluruh kepala  sekolah di bawah YPK Merauke. ‘’Kami sedang  rapat dengan  seluruh kepala sekolah  YPK mulai SD dan SMP.   Kemungkinan  untuk tatap muka ini  baru untuk  SMA,  sedangkan  untuk SD dan SMP kemungkinan belum karena  susah dikontrol,’’ pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: