SMAN I dan SMKN 3 Merauke Akhirnya Tandatangani MoU

By

*Dalam Rangka Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi 

MERAUKE – Pihak SMAN I Merauke  akhirnya menandatangani  kerja sama MoU dengan SMKN 3 Merauke di Aula  SMKN 3 Merauke, Sabtu (3/6). Selain dengan SMKN 3 Merauke,  penandatangan juga dilakukan antara SMAN I Merauke  dengan MKKS SMK Animha Merauke.    

   Sementara itu, MoU juga ditandatangani antara SMKN 3 Merauke dengan dunia usaha. Penandatangan ini dilakukan Kepala Sekolah SMAN I Merauke Sergius Womsiwor, S.Pd, M.Pd dengan Kepsek SMKN 3 Merauke Marthen Rummar, S.Pd, M.Pd.   

    Penandatangan ini disaksikan langsung Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua  Christian Sohilait, ST, M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Thiasoni Betaubun, S.Sos, M.Pd, MM. 

   MoU ini dalam rangka program pendidikan vokasi atau life skil   bagi siswa SMAN I Merauke. Apalagi, SMAN Merauke telah diresmikan sebagai sekolah inklusif di bagian Selatan Papua dan  akan menjadi pilot project pendidikan inklusif. 

   Christian Sohilait, ST, M.Si, mengungkapkan bahwa kerja sama kedua  belah pihak ini selain untu menolong anak-anak sekolah yang secara formal, tapi juga anak-anak  non formal harus di tolong. ‘’Karena  kami baru saja meresmikan SMAN I Merauke sebagai sekolah inklusif. Karena itu, kerja sama ini selain menolaong anak-anak sekolah yang secara formal, tapi  ada juga anak-anak non formal yang harus ditolong. Karena itu, kita butuh selain life skill anak-anak itu pintar tapi juga anak-anak inklusif. Karena itu kita desain untuk kerja sama ini,’’ kata   Christian Sohilait. 

    Kemudian kerja sama SMKN 3 Merauke dengan dunia usaha. Karena  di Papua, kata Christian Sohilait, puluhan ribu dunia usaha. Tapi konstribusi  ke dunia pendidikan sangat kecil. “Sebenarnya dunia usaha ini bisa memberikan kontribusi untuk dunia pendidikan. Tapi, saya bersyukur karena dunia usaha di Merauke melihat bahwa ini sangat penting, dimana anak-anak ini merupakan depan, sehingga mereka ajarkan ke anak-anak  ini,’’ terangnya. 

   Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Thiasony Betaubun, mengapresiasi program ini, karena selain teori  yang akan diperoleh oleh siswa di sekolah juga praktek secara langsung di lapangan. Sekadar diketahui,  pendidikan vokasi atau life skill  tersebut bagi siswa SMAN I Merauke  tersebut selain akan mendapatkan pelajaran sesuai dengan jurusan mereka masing-masing, siswa tersebut termasuk anak-anak berkebutuhan khusus  akan diberi  pelajaran tambahan sesuai dengan hobby dan kemampuan mereka untuk mengikuti  pelatihan keterampilan di SMKN 3 Merauke   maupun dengan SMK lainnya.  Untuk praktek   keterampilan atau peningkatan life skill bagi setiap siswa formal maupun non formal SMAN I Merauke  tersebut akan dilakukan setiap hari Sabtu  dalam setiap minggu. (ulo/tri) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: