SMK Negeri Kesehatan Hadir di Merauke

By

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Yulianus Kuayo, SH, saat membuka selubung papan nama SMKN 12 Kesehatan Merauke sebagai tanda peresmian hadirnya SMKN Kesehatan pertama di Merauke itu, Kamis (23/6)  (FOTO: Sulo/Cepos)  

MERAUKE- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kesehatan hadir di Merauke. SMKN Kesehatan tersebut merupakan hasil revitalisasi  SMK wilayah adat Anim Ha. SMKN Kesehatan ini diberi nama SMKN 12 Kesehatan Merauke dan diresmikan oleh Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Yulianus Kuayo, SH, ditandai denga pembukaan selubung papan nama, Kamis (23/6).

Ketua MKKS SMK Wilayah Adat  Anim Ha, Marthen Rummar, S.Pd, M.Pd, menjelaskan, SMKN 12 Kesehatan Merauke ini merupakan hasil revitalisasi para kepala sekolah SMK wilayah adat Anim Ha serta para guru SMKN 3 Merauke. Penerimaan siswa baru akan dilakukan  tanggal 4-14 Juli bersamaan dengan penerimaan  SMKN 3 Merauke, jelasnya.

Kendati  baru diresmikan, namun kepala sekolah SMKN 12 Kesehatan Merauke tersebut telah dilantik Gubernur Papua pada 6 Juni 2022 lalu di Jayapura. Dipercaya sebagai Kepsek Permenes Taidi, S.Pd. Sebelum pembukaan selubung papan nama tersebut, terlebih dahulu dilakukan penyerahan sejumlah aset dari Kepsek SMKN 3 Merauke kepada Kepsek SMKN 12 Kesehatan Merauke diantaranya 2 laboratorium, 4 wakil kepada sekolah, sejumlah guru dan aset lainnya. 

Marthen Rummar menjelaskan, untuk pembiayaan di SMKN 12 Kesehatan tersebut seluruhnya akan dibiayai oleh SMKN 3 Merauke sampai sekolah ini bisa jalan dan mandiri. “Kami akan bayar gaji guru mereka, siapkan bahan praktek bagi mereka sampai sekolah ini mandiri. Kami juga siapkan 1 ruangan sebagai sekretariat,” jelasnya.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua ini menjelaskan, Dinas Pendidikan Provinsi Papua telah melakukan revitalisasi  terhadap SMK dan jurusan yang ada sehingga para lulusannya nanti mampu menciptakan lapangan pekerjaan atau bisa kerja.

Sebab, jika membangun SMK yang banyak-banyak, namun tidak disesuaikan dengan sumber daya yang ada,  maka  sama dengan menciptakan pengangguran. Karena itu, Yulianus Kuayo,  meminta kepada Kepala Sekolah SMKN 12 Kesehatan Merauke untuk membuat peta jalan.  Yang paling penting di sekolah ini adalah SMK Kesehatan jurusan farmasi, yang nantinya  para lulusan dari sekolah ini mampu mengolah obat-obat tradisional.(ulo/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: