Soal Obat Sirup Anak, Warga Diminta Patuhi Imbauan Pemerintah

By

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengingatkan dan meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah terkait penggunaan obat sirup untuk anak-anak.  Ini mensikapi temuan kasus gagal ginjal akut pada anak belakangan ini.  Dan berdasar arahan pemerintah dan kapolri, ia mengingatkan warga  untuk mematuhi imbauan yang sudah di keluarkan pemerintah. 

   Kapolda Papua mengatakan bahwa hal ini dikarenakan adanya laporan pasien anak dengan gangguan gagal ginjal akut terdeteksi terpapar zat kimia berbahaya yakni ethylene glycol (EG) dan diethylene glycol (DEG). 

  “Kandungan Dietilen Glikol atau yang disingkat DEG dan Etilen Glikol atau EG dapat mengakibatkan gagal ginjal akut bahkan kematian pada anak karena mengandung zat yang kandungannya dikatakan melewati batas aman,” ucapnya. 

 Ia menyebutkan, terdapat 5 obat sirup yang telah di rilis BPOM mengandung EG dan DEG yang didiuga menjadi pemicu gagal ginjal akut seperti Termorex Sirup, Flurin DMP Sirup, Uniberi Cough Sirup, Uniberi Demam Sirup dan Uniberi Demam Drop.

   “Polri dalam hal ini Polda Papua siap membantu memantau peredaran obat-obatan tersebut karena ini juga merupakan arahan langsung dari pemerintah dan kapolri kepada seluruh kepala satuan wilayah mulai dari kapolda, kapolres hingga kapolsek,” ungkap Irjen Mathius.  

   Sementara dr Richard Lee seorang konten creator yang selama ini memberi banyak edukasi tentang kesehatan ikut memberi tanggapan. “Kenapa jadi semua obat sirup, kenapa obat batuk jadi gagal ginjal. Dari dulu, saya sejak kecil minum obat sirup dan anak saya juga minum obat batuk tidak gagal ginjal,” ujarnya dalam konten terbarunya.

   Seperti diketahui hebohnya kasus obat sirup yang kini banyak beredar di pasaran, diduga mengandung senyawa berbahaya yakni Etilen Glikol (EG) dan Dietlien Glikol (DEG). Ia menyebut, kasus ini bermula adanya protes dari masyarakat di Gambia, Afrika dimana ada 70-an anak yang meninggal dunia disebabkan karena gagal ginjal akut misterius. 

  Imbasnya, pihak Kementerian Kesehatan meminta semua Apotek melarang menjual semua obat sirup. Dan sudah diidentifikasi 4 atau 5 obat batuk mengandung EG dan DEG ini diproduksi di India.  “Produksinya di India, korbannya di Gambia tapi hebohnya di Indonesia,” selorohnya.   

   Iapun mengecek informasi lain di Amerika US, di Inggris, di Sydney ternyata tidak mendapat kabar ini, padahal obat yang memiliki kandungan EG dan DEG  juga dipakai, di Australia dan Amerika. Sementara, kasus gagal ginjal akut yang terjadi di Afrika diduga karena disebabkan oleh 4 merek obat yang tercemar Etilen Glikol dan Dietilen Glikol. 

   Setelah diteliti empat obat ini tidak beredar di Indonesia. Ia melihat informasi ini semakin heboh lantaran ada laporan kasus gagal ginjal akut pada anak sebanyak 206 orang. “Hanya kita gak tahu dari 206 anak, 99 dilaporkan meninggal dunia. Ini laporan dari 20 Provinsi di Indonesia tapi belum ketahuan apakah dalam kurun satu tahun atau satu bulan jadi tidak bisa menjudge bahwa anak yang meninggal ini karena obat batuk sirup atau paracetamol sirup. Makanya, IDAI menyebut bisa saja dari berbagai macam semisal infeksi virus, bisa karena komplikasi dari Covid. Jadi tak pasti dari obat batuk sirup dan obat penurun panas,” tutupnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: