Sosok Mas Pur dan Jacksen Tiago

By
Purnomo (Mas Pur) ( FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA-Nama tim Persipura Jayapura di kancah sepak bola Tanah Air memang dikenal sebagai salah satu klub yang memiliki segudang prestasi, termasuk sebagai tim pemilik empat bintang gelar juara. Selain sebagai tim juara, tim berjuluk Mutiara Hitam itu juga dikenal sebagai tim yang selalu mengandalkan talenta putra daerah.

Capain itu juga tidak lepas dari beberapa sosok penting. Bukan ketua umum maupun manajer, melainkan sosok Purnomo. Pria yang akrab disapa Mas Pur itu adalah seorang masseur atau tukang pijat yang sudah mendampingi tim Persipura Jayapura sejak era kepelatihan Jacksen F. Tiago di Tahun 2011.

Mas Pur dikenal tak hanya menjalankan tugas sebagai seorang masseur, tapi kepribadiannya yang begitu terbuka dan periang, seringkali menjadi pengusir lelah bagi para pemain dan official Persipura.

Sang pelatih Jacksen Tiago bisa dikatakan sebagai orang yang berjasa dalam perjalanan hidup Mas Pur yang pekerjaannya dulu hanyalah seorang tukang pijat refleksi Taichi di Bandara Hasanuddin Makassar.

Sebelum bergabung dengan Persipura, Mas Pur awalnya diajak kerja bersama oleh Jacksen di klub sepak bola Persiter Ternate pada 2005. Setelah sempat pisah beberapa tahun saat Jacksen menukangi Persita Tangerang, dirinya memilih tetap setia di Persiter. Hingga kemudian Jacksen memboyongnya ke Persipura pada 2011.

“Setelah dari Persiter saya ingin masuk di Persipura, tapi waktu itu saya tidak kenal siapa-siapa di Persipura dan Jacksen waktu itu sudah di Persita Tangerang. Pas dia ke Persipura, saya dihubungi dan diajaklah ke Persipura. Setelah bergabung ke Persipura saya punya target dua tahun paling lama. Tapi ternyata sampai sekarang saya tetap betah di Persipura,” ungkap Mas Pur kepada Cenderawasih Pos ketika dihubungi via telepon selulernya, Kamis (12/9) kemarin.

Pria berusia 51 tahun itu menuturkan, selama bersama Persipura sejak 2011 hingga musim ini, banyak pengalaman yang ia dapatkan. Mas Pur juga sempat merasakan beberapa gelar juara bersama tim kebanggan masyarakat Papua itu. 

Pria asa Jawa Timur itu juga menceritakan bahwa ia selalu mendapatkan perlakuan yang menyenangkan dari seluruh tim, baik dari pemain maupun official yang menganggapnya seperti teman dan saudara, bahkan tingkahnya yang selalu ngelawak sering menjadi penghibur bagi seluruh tim.

Dijelaskan, selama bersama Persipura, hal yang paling menantang baginya ketika harus jauh dari keluarga. Namun ia tetap menunjukan profesional kepada tim yang sudah memberikan dirinya kepercayaan selama 8 tahun.

“Kalau di Persipura menurut saya banyak sukanya, mungkin 90 persen. Dan dukanya yah kalau kita lagi kangen sama keluarga,”jelasnya. 

Mas Pur juga berharap, tahun ini (2019) tim Persipura bisa kembali bersinar seperti dulu. Dirinya berharap, performa timnya terus meningkat sehingga bisa menapaki papan atas klasemen. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: