Speed Boat Tenggelam, 5 Warga Serui Dinyatakan Hilang

By

CARI KORBAN: Tim gabungan saat melakukan pencarian korban speed boat yang tenggelam di perairan antara kampung Kaipuri dan Muara Kali Barapasi, Kabupaten Memberamo Raya, Rabu (22/7). (FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

*Sehari, 2 Warga Merauke Dilaporkan Alami Laka Laut

JAYAPURA- Kecelakaan laut dilaporkan terjadi di perairan antara kampung Kaipuri dan Muara Kali Barapasi, Kabupaten Memberamo Raya, Rabu (22/7) kemarin.

Speed boat yang mengangkut warga dari Serui Kabupaten Kepulauan Yapen tujuan Kampung Gesa, Distrik Benuki Kabupaten Memberamo Raya terbalik.

Akibat kejadian tersebut, lima warga dinyatakan hilang. Sementara enam warga lainnya selamat. Adapun enam warga yang selamat yakni, Lambert Fonataba, Karel Fonataba, Riana Naudetom, Geis Kayoi, Saul Karubaba dan Muayai.

Lima warga yang belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian yakni Baldus Sodat, Yakob Bosararisi, Kristian Dabanum, istri dari Kristian dan anak dari Kristian yang berumur  3 tahun.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, saat ini tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang.

“Kami meminta masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar memperhatikan cuaca. Karena dalam beberapa waktu belakangan ini, cuaca di perairan Memberamo Raya sangat esktrim. Dimana terjadi angin kencang atau gelombang yang cukup tinggi,” ucap Kamal.

Ia menerangkan, kejadian tersebut berawal pada  Selasa (21/7) sekira pukul 11.00 WIT., pelapor bersama penumpang lainnya berangkat menggunakan speed boat dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen menuju Kampung Gesa, Distrik Benuki, Kabupaten Memberamo Raya.

Sekira pukul 14.00 WIT, tepatnya di tengah laut antara Kampung Kaipuri dan Muara Kali Barapasi, terjadi angin kencang dan gelombang. Akibatnya gelombang masuk ke dalam speed dari arah belakang dan samping mengakibatkan speed boat tersebut terendam air dan akhirnya tenggelam.

“Pelapor mengarahkan semua penumpang untuk berusaha berenang mengikuti pelapor dari belakang. Saat itu, pelapor bersama lima orang penumpang lainnya berhasil sampai di darat, namun lima penumpang lainnya belum ditemukan,” tutup Kamal.

Sementara itu, Selasa (23/7) kemarin dua warga di Merauke dilaporkan mengalami kecelakaan laut.

Pertama, seorang remaja yang diketahui bernama Yopie dilaporkan sekira  pukul 15.15 WIT, terjatuh dari atas dermaga Kelapa Lima Merauke.

Kemudian seorang ABK  KM Kensi 01 bernama Syamsudin Samal sekira pukul 16.20 WIT dilaporkan  terjatuh dari kapal saat menarik jangkar ke atas kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Supriyanto Ridwan, SE., membenarkan kedua kejadian tersebut.  Lokasi titik jatuh korban berada di koordinat 08.28’.34,56’’ S – 140.25’.1.030’’ E atau berjarak sekitar 4.71 Km arah utara dari Kantor Basarnas Merauke. Korban sendiri berdasarkan laporan, terjatuh sekira pukul 14.40 wit.

Sejumlah alat utama pencarian dan pertolongan serta personel pada pukul 15.30 wit dikerahkan ke lokasi kejadian guna merespon dan menindaklanjuti laporan  tersebut.

Kemudian kejadian kedua yang menimpa seorang anak buah kapal dari KM. Kensi 01. Berdasarkan laporan dari seorang pria bernama Lukman, pukul 16.20 WIT, ABK kapal ikan bernama Syam sudin terjatuh ketika sedang menarik  jangkar ke atas kapalnya.

Lokasi kejadian berada di koordinat 08.27’43.73’’ S – 140.21’.55.52’’ E atau berjarak sekitar 8,11 km ke arah barat dari kantor Basarnas Merauke. Korban yang terjatuh berjenis kelamin laki-laki. “Ciri-ciri korban berkulit sawo matang dan berambut lurus. Pada pukul 16.30 WIT Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke mengerahkan tim SAR gabungan yang terdiri dari 6  personel Basarnas Merauke, 3 personel Satrol Lantamal XI Merauke, dan 5 personel Satpolairud Polres Merauke untuk melakukan pencarian korban. Tim gabungan menggunakan perahu karet dan speed boat untuk menyisir di sekitar lokasi kejadian, ” jelasnya.  Supriyanto Ridwan, menyampaikan bahwa tim hanya bisa melakukan pencarian di permukaan saja. Mengingat air sungai Maro keruh dan jarak pandang terbatas sehingga tidak mungkin dilakukan penyelaman.

“Operasi hari pertama ini kita hentikan sementara pukul 18.00 WIT dan akan dilanjutkan besok (hari ini) dengan area pencarian di sekitar kedua lokasi kejadian tersebut, “pungkasnya.(fia/ulo/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: