Stok Vaksin Moderna dan Pfizer Kosong

By

Tiga Minggu Dua Kasus Kematian Covid-19, 33 Sampel Positif Varian Omicron di Papua

JAYAPURA-Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) menyebut, dalam tiga minggu terdapat dua kasus kematian Covid-19 di Kota Jayapura dengan beberapa komorbid.

“Jika melihat trend di beberapa kota/kabupaten dan nasional mengalami peningkatan kasus Covid-19, namun angka kematiannya rendah,” kata dr. Sumule kepada wartawan, Selasa (23/8).

Terkait dengan hal itu, Satgas Covid berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dan gencar melakukan vaksinasi. “Protokol kesehatan tetap dijaga dan vaksinasi harus digencarkan, dengan demikian  95  persen harapan kita warga tervaksin bisa tercapai,” harapnya.

Disinggung apakah jika kasus Covid terus mengalami kenaikan PPKM statusnya dinaikan, dr. Sumule menyebut jika melihat di Kota Jayapura sudah ada langkah-langkah. Tetapi tetap mengikuti paduan dari pusat. “Hingga saat ini dari pusat hampir semua kabupaten/kota berada di level 1,  belum ada peningkatan kenaikan level,” kata dr. Sumule.

Ia berharap kasus Covid-19 tidak mengalami kenaikan. Sebab jika kasus Covid mengalami kenaikan maka akan berdampak pada semua aspek mulai dari ekonomi, aktivitas pembelajaran dan lainnya.

“Agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak terganggu maka protokol kesehatan harus diperketat dan vaksinasi harus digenjarkan, serta koordinasi dipekuat mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Adapun pihak Litbangkes Kementerian Kesehatan Papua, malaporkan 44 sampel yang dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS) SARS-Cov2 dengan hasil ditemukan 33 sampel positif varian Omicron ( BA.4- like dan BA.5 -Like) yang berasal dari Kota Jayapura dan Kabupaten Mimika.

Terkait hal ini, dr Silwanus Sumule menyatakan, sesuai dengan literatur yang ada, varian ini mempunyai daya penularannya tinggi dan masa inkubasi (waktu terinfeksi hingga muncul gejala) selama tiga hari.

“Keluhan ringan dirasakan bagi mereka yang telah mempunyai imunitas tetapi berat bagi mereka yang belum mempunyai imunitas,” tutur dr. Sumule dalam rilisnya, Selasa (23/8) malam.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk jangan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. “Yang belum vaksin ayo vaksin dan Nakes segera lakukan booster ke dua,” imbaunya.

Ia juga meminta petugas kesehatan tetap waspada dan melakukaan 3T yakni testing, tracing dan treatment. Untuk fasilitas kesehatan Rumah Sakit Umum selalu siap sedia. Siapkan tenaga, ruangan rawat inap, obat-obatan dan bahan habis pakai,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum menyebutkan stok vaksin moderna dan pfizer mengalami kekosongan. Hal ini tentunya akan memengaruhi proses vaksinasi di Papua.

“Di gudang imunisasi kita stoknya sedang kosong, ini bakal memengaruhi proses vaksinasi covid-19 di Papua,” kata dr. Aaron Rumainum saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (23/8).

Lanjut dr Aaron, pihaknya telah meminta stok vaksin moderna dan pfizer dari pusat dan sedang menunggu. Kendati stok vaksin moderna dan Pfizer kosong, namun jenis vaksin lainnya masih ada.

“Dimungkinkan di Puskemas kabupaten/kota stok moderna dan Pfizer masih ada. Sebab  selama ini ada sebagian masyarakat yang memilih melakukan vaksinasi di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua dengan jumlah yang banyak,” kata dr Aaron.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi dengan mendatangi Puskesmas atau rumah sakit. 

Selain itu lanjut dr Aaron, Satgas kabupaten/ kota terus berkoordinasi dengan Satgas Covid Provinsi dan Satgas pusat. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: