Strategi Pemprov Papua Manfaatkan Venue dan Sumber PAD

By

 Tampak dari depan Stadion Utama Lukas Enembe.( foto: Erik / Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua telah memiliki program manajemen pemanfaatan venue serta program untuk mendatangkan PAD dalam membantu biaya perawatan dan pemeliharaan 11 venue yang dikelola oleh Pemerintah Papua.

Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alexander Kapisa mengatakan bahwa untuk manajemen pemanfaatan untuk kegiatan olahraga khusus di Sport Center Doyo baru direncanakan menjadi tempat pembinaan dan pengembagan bibit olahraga Papua melalui PPLP/PPLPD.

Kemudian venue yang ada di Kota Jayapura seperti GOR Sepatu Roda, Arena Dayung, Stadion Mandala dan GOR Cenderawasih akan diprioritaskan menjadi pusat kegiatan-kegiatan yang bersifat reguler yang sudah berjalan selama ini dan promosi untuk pemanfaatan yang bersifat komersialisasi serta kegiatan olahraga dan pariwisata yang disiapkan/disusun oleh Pemerintah Daerah.

“Pemerintah Daerah pada tahun-tahun yang akan datang harus dapat menyelenggarakan kegiatan olahraga yang berskala Internasional yaitu Pasifik Games, atau Arafura Games, Sea Games,” ungkap Alex sapaan akrabnya kepada Cenderawasih Pos belum lama ini.

Dan untuk Sports Center Kampung Harapan yang terdiri dari venue dan kawasan, selain akan digunakan sebagai pusat kegiatan olahraga yang dikomersialisasikan, juga akan dikembangkan sejalan dengan kalender kegiatan olahraga dan pariwisata yang disiapkan/disusun oleh Pemerintah Daerah.

“Disorda telah membuat dan menyusun kalender olahraga sepanjang tahun, baik multievent atau single event dalam rangka memanfaatkan venue-venue yang telah ada seperti Porda, Porprov dan Kejurda. Hal ini dapat dilakukan oleh Pemerintah, maupun dapat bekerjasama dengan KONI, KOI dan juga pihak swasta,” ujarnya.

“Kegiatan pusat latihan daerah (Pelatda) dan pusat latihan nasional (Pelatnas) dan juga kejuaraan nasional (Kejurnas) beberapa cabang olahraga harus dapat dilakukan di Papua dalam rangka memanfaatkan fasilitas olahraga yang sudah berstandar Internasional,” sambungnya.

Kemudian manajemen pemanfaatan untuk kegiatan non olahraga kata Alex, kompleks olahraga Kampung Harapan akan diarahkan menjadi kawasan olahraga yang berorientasi bisnis/profit. Seperti lahan parkir, nantinya setiap pengunjung yang menggunakan kendaraan wajib membayar parkir.

Sementara untuk manajemen pemanfaatan kawasan olahraga untuk menghasilkan pendapatan daerah dengan pemanfaatan kawasan untuk kegiatan publik seperti ibadah keagamaan, pameran, UMKM, festival budaya dan kegiatan seni budaya.

“Dan kegiatan yang membutuhkan ruang atau indoor seperti konser musik, pentas seni dan lain sebagainya juga bisa menggunakan venue yang bisa digunakan seperti Istora, GOR Cenderawasih,” Tambahnya.

Tak hanya itu, kedepan kata Alex, dalam mendukung pemanfaatan venue untuk menjadikan sumber PAD akan dibangun sarana pendukung baru dalam rangka mewujudkan kawasan Kampung Harapan sebagai kawasan olahraga berorientasi bisnis antara lain hotel berbintang, monumen PON dan Peparnas, atraksi air mancur, penyewaan sepeda, pertokoan, wisata kuliner dan coffee shop. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: