Sulit, Posisi Wagub Terisi Tahun ini

By

JAYAPURA – Hingga kini publik masih disuruh menunggu soal nama siapa yang akan dikirimkan ke gubernur kemudian ke Jakarta terkait posisi wakil gubernur Papua. Meski beberapa nama sudah muncul mulai dari Yunus Wonda, Kenius Kogoya hingga Paulus Waterpauw namun dari nama – nama ini  akan ditentukan oleh partai koalisi. Hanya yang jadi soal adalah belum ada nama yang muncul berdasar kesepakatan koalisi. Ini tak lepas dari keinginan masing – masing partai untuk bisa mengambil peluang tersebut. 

 Terkait ini mantan Ketua KPU Papua, Fery Kareth SH., M.Hum menyampaikan bahwa jika tak segera diputuskan maka proses pemerintahan sedikit terganggu karena gubernur tentu butuh dibackup dalam menjalankan pemerintahan. “Memang gampang – gampang sulit dan saya pikir segera diputuskan agar tidak terjadi kekosongan dalam pemerintahan. Saya melihat masyarakat juga memiliki maksud yang sama namun kalau  masing – masing ngotot ini pasti sulit,” kata Fery melalui ponselnya, Rabu (27/10).

 Ia bahkan memprediksikan jika proses pemilihan ini bisa jadi akan dilakukan tahun depan. “Golkar juga ngotot tapi saya pikir tidak salah karena sebelumnya yang menjabat ada dari partai mereka. Hanya yang jadi soal adalah masyarakat menunggu. Masyarakat tidak mungkin mengusulkan sesuatu di luar undang – undang,” jelas Dosen Fakultas Hukum Uncen ini.  

 Masyarakat diyakini sudah menanti sehingga sebisa mungkin jangan molor sebab proses pemilihan wagub sebisa mungkin menjadi agenda prioritas. “Tapi sekali lagi kalau masih ego ya nanti tahun depan baru ada wagub,” ucapnya. Sementara hal lain disampaikan   pengamat social politik Uncen, Marinus Yaung. Ia mengatakan bahwa Jakarta sebaiknya berhati hari mengelola isu wagub. Catatannya adalah posisi tawar Mendagri Tito Karnavian kepada gubernur Lukas Enembe masih terlalu lemah. 

Karenanya jika Jakarta menyetel di luar keinginan gubernur maka ia khawatir nasibnya akan sama seperti Sekda Flasy. “Posisi Mendagri Tito Karnavian terlalu lemah posisi tawarnya dihadapan Gubernur Lukas Enembe. Baik Tito maupun Airlangga Artanto yang merancang nama usulan mereka nampaknya masih sulit teralisasi. Presidiksi saya  Gubernur Lukas Enembe akan menentang dan terjadi dead lock,” jelasnya.  Yaung kembali mengingatkan bahwa jika nama yang diusulkan di luar nama Yunus Wonda maupun Kenius Kogoya maka kemungkinan situasi politik di Papua akan kembali memanas. “Kelompok KKB di Papua yang tersebar di wilayah – wilayah konflik di Papua ikut memonitor perebutan kursi Wagub Papua. Ini juga yang perlu diketahui oleh Mengdagri dan Airlangga,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: