Suntik Puluhan Warga, Seorang Warga  Diamankan

By

AKP Ariffin, SSos  ( foto: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Seorang warga  Distrik  Ulilin yang bekerja sebagai tenaga borongan  di  PT BIA, berinisial  BXD  terpaksa berurusan dengan  aparat berwajib.  Pelaku    diamankan  Polisi   lantaran  kegiatannya yang mengunakan  satu  jarum suntik untuk menyuntik  puluhan  orang di daerah perkebunan tersebut.   

  Kapolres  Merauke  AKBP  Agustinus  Ary Purwanto, SIK melalui Kasubag Humas  AKP Ariffin, S.Sos, dikonfirmasi membenarkan   hal   tersebut. “Pelaku sudah  diamankan   di Polres Merauke. Hari ini (kemarin.re) juga   sedang dilakukan  gelar perkara  untuk  menentukan status  yang  bersangkutan. Kalau  apa yang dilakukan   pelaku tersebut   memenuhi  unsur pidana maka    statusnya akan  ditetapkan  jadi tersangka.  Masih menunggu   gelar perkaranya selesai,’’ kata  Kasubag Humas  Ariffin ditemui media ini, Kamis 923/7).   

   Kasubag Humas  menjelaskan bahwa  sedikitnya sudah 26 orang yang  melapor  telah disuntik   oleh pelaku dengan menggunakan   satu jarum suntik.    Padahal, kata Kasubag Humas,  pelaku  sebenarnya  bukan siapa-siapa. Karena tidak memiliki keahlian di bidang kesehatan  tersebut apalagi  izin  praktek.

   Pelaku hanya pernah  kuliah  di Akper  sekitar 2 semester   di NTT namun  tidak lanjut. Dari penuturan pelaku, kata Kasubag Humas, pengobatan  yang dilakukan  pelaku berawal saat ada temannya  yang  kembung kemudian pelaku memberinya obat, dan ternyata sembuh. “Kemudian  dari mulut    ke mulut   beredar jika  pelaku bisa mengobati,” katanya.    

  Selain itu, pelaku  juga mengaku  biasa kerja sama dengan klinik perusahaan.  Pelaku, kata  Kasubag Humas  menyuntik  pasiennya  tersebut  dengan maksud  untuk mengecek  apakah peredaran   darah  orang yang akan  diobatinya  itu normal atau  tidak. “Tapi persoalannya   dia menggunakan satu  jarum suntik yang kita  tahu bahwa itu tidak boleh terkait  dengan  adanya   penyakit  menular  seperti HIV-AIDS dan  penyakit menular lainnya. Saat akan menggunakan, pelaku hanya   menggunakan air panas untuk  mencucinya,” katanya.    

   Aksi  yang dilakukan  pelaku ini terungkap ketika  manajemen   PT BIA  mendapat informasi adanya pengobatan yang dilakukan  pelaku  tanpa  mengantongi izin  praktek sehingga  pihak perusahaan  melaporkan  kasus tersebut ke  Polsek  setempat.   (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: