Surati Pemprov Tutup Jalur Tikus di Skouw

By

JAYAPURA- Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Jayapura dalam memutus mata rantai penularan Covid 19, serta menekan angka kasus yang tinggi saat ini, termasuk menekan angka kematian yang juga meningkat.

 Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano,  MM., menyebutkan bahwa pihaknya menyurati Pemerintah Provinsi Papua untuk menutup sementara jalur pelintas batas PNG – RI di Skouw, secara khusus jalan non formal yang diketahui masih dilalui para pelintas batas. “Pemerintah Kota Jayapura akan menyurati Pemerintah Provinsi Papua untuk menutup sementara jalur pelintas batas PNG – RI di Skouw. Karena kami lihat banyak orang yang masuk dari PNG ke Papua melalui jalan non formal (jalur tikus) yang ada di wilayah tersebut,” jelas Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Jumat (30/7) kemarin.

 Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., sendiri menjelaskan bahwa saat ini, bahkan di tengah pandemi Covid 19 yang terjadi secara signifikan di Kota Jayapura, setiap minggunya, terdapat sekiranya 600 orang pelintas yang masuk Kota Jayapura tanpa screening, dan berpotensi besar membawa penyakit.

 “Makanya, untuk di Skouw, apakah kita bikin surat untuk tutup jalan tikus (jalan non formal) yang sekarang, tiap minggu 600 orang masuk tanpa screening, membawa penyakit. Karena sudah ada yang kemarin meninggal adalah seorang pelintas batas dari PNG berkewarganegaraan Indonesia,” tambah Ir. Rustan Saru, MM. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: