Tabrak Pembatas Pintu Air, Seorang Warga Tewas

By

Petugas dan warga saat mengevakuasi salah satu pengendara bermotor yang ditemukan tewas tenggelam dalam drainase  setelah menabrak besi pembatas Pintu Air Drainase,  Minggu (28/11)  (FOTO: Humas Polres Merauke for Cepos)

MERAUKE-Seorang warga Merauke ditemukan tak bernyawa di dalam air di saluran pembuangan  pintu air, Jalan Kamiziun, Unmus Merauke. Korban ditemukan pada Minggu  (28/11) pagi. 

   Kapolres Merauke AKBP  Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Lantas AKP Dian Novita Piterz, M.Hum didampingi Ipda Eko Irianto, mengungkapkan kasus  kecelakaan tunggal  tersebut yang menyebabkan pengendarannya meninggal dunia terjadi pada Minggu  pagi. 

   “Kita tidak tahu  kejadian sebenarnya sekitar pukul berapa. Karena tidak ada saksi yang melihat. Tapi kalau dilihat dari kondisi jenazahnya  diperkirakan korban meninggal dunia sekitar 3-4 jam sebelum ditemukan,” katanya ketika ditemui Cenderawasih Pos, Selasa (30/11). 

   Awalnya, kata Kasat Lantas, laporan yang diterima pihaknya tersebut terkait dengan  adanya sepeda motor yang tercebur ke dalam drainase  di pintu Air Unmus, jalan Kamizaun  Merauke. Ketika petugas bersama warga menarik  sepeda  motor dengan menggunakan tali,  petugas dibuat kaget karena ternyata  ada orang yang tersangkut  dengan motor  tersebut yang tak lain pengendara dari motor  tersebut. 

   “Kita dibuat  kaget karena ternyata ada orang yang tersangkut dan sudah dalam posisi meninggal  dunia,” terangnya. 

   Dari olah TKP yang dilakukan dan dari kerusakan  besi pembatas pintu air tersebut, diperkirakan pelaku dalam perjalanan dari arah Lokalisasi Yobar  kemudian  menabrak besi pembatas  pintu air  drainase tersebut. “Korban diduga dalam keadaan pengaruh minuman keras atau mabuk karena di saku celana masih ditemukan 1 botol  minuman keras,” terangnya.

   Namun demikian, Kasat Lantas   mengaku  sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan nama lengkap yang bersangkutan.  Karena saat diangkut dan jenasahnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Merauke,  petugas tidak menemukan identitas yang bersangkutan.

   “Sudah di bawa keluarganya ke  Gudang Arang. Tapi orang biasa memanggilnya dengan panggilan Rames,” tandasnya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: