Tabrak Pohon, Pengemudi Tritton Tewas di TKP

By

Mobil dobel Cabin Tritton yang dikemudikan Agung Servian Trino Wardoyo yang mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak pohon di Jalan Trans Papua, Merauke-Sota sekitar kilometer 47, Senin (5/9) sekitar pukul 15.30 WIT. Dalam kecelakaan tunggal ini, Pengemudi meninggal di tempat kejadian perkara. (FOTO: Humas Polres Merauke for Cepos)

MERAUKE-Nasib nahas dialami Agung Servian Trino Wardoyo, pengemudi mobil Mitsubisi Tritton. Pasalnya, akibat menabrak pohon, korban meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasus kecelakaan tunggal  ini terjadi di Jalan Trans Papua, Merauke-Sota sekitar kilometer  47, Senin (5/9) sekitar pukul 15.30 WIT. 

    Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Lantas AKP Dian Novita Piterzs, SIK didampingi Kanit Laka Ipda Joni Tuwing dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tunggal tersebut yang menyebabkan pengemudi meninggal dunia di TKP. 

   Kronologi kejadiannya, ungkap Kasat Lantas, berawal saat korban Agung Servian Trino Wardoyo yang mengemudikan kendaraan dobel kabin Mitsubishi Tritton dengan Nomor Polisi PA 8853 GD dengan membawa satu penumpang bernama Fardila, sedang melakukan perjalanan dari Merauke dengan tujuan Asiki, Kabupaten Boven Digoel  lewat jalan Trans Papua. 

   Sampai di sekitar kilometer 47 Merauke-Sota, kendaraan yang dikemudikan korban mengalami kecelakaan. Hilang kendali, keluar dari badan jalan dan menabrak pohon.  Akibatnya, pengemudi langsung meninggal dunia. Sedangkan penumpang atas nama Fardila mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan secara intensif. Menurut  Kasat Lantas, mobil yang dikemudikan korban tersebut merupakan mobil penumpang  karena berplat kuning.   

   Terkait dengan kejadian ini, Kasat Lantas kembali mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan baik  mobil maupun sepeda motor untuk selalu berhati-hati ketika di jalan, karena sudah pasti ada keluarga baik itu orang tua, saudara, istri, suami atau anak menanti di rumah. ‘’Memang banyak faktor penyebab kecelakaan, tapi sebagian besar karena kelalaian. Apalagi, diketahui jalan Trans Papua umumnya sepi dan jalan lebih  bagus sehingga ketika terburu-buru atau dengan kecepatan tinggi,’’ jelasnya. Selain itu juga karena faktor kecapekan, sehingga saat badan dalam kondisi tidak fit maka lebih baik untuk istirahat sedikit. Setelah itu kemudian melanjutkan perjalanan. 

‘’Harus kita perhatikan keselamatan kita dan keselamatan orang lain yang ada di dalam kendaraan maupun pengguna jalan lainnya,’’ terangnya.  

Ditambahkan, pihaknya sudah tak henti-hentinya turun langsung baik ke terminal  untuk memberikan imbauan kepada pengemudi untuk selalu memperhatikan masalah keselamatan di jalan raya tersebut ketika mengemudikan mobil maupun sepeda motor. (ulo/tho) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: