Tak Ada Program Rastra, Penyerapan Beras Bulog Lambat

By
Djabiruddin  ( foto: Sulo/Cepos )

Stok 16.000 Ton Bertahan 32 Bulan

MERAUKE -Tidak adanya   penyaluran  Raskin maupun  Bansos Rastra dari Pemerintah ke masyarakat  yang  kurang  mampu, membuat  pengosongan   gudang  di Bulog Merauke  berjalan  sangat lambat.  Sebab, yang dilayani   sekarang ini  terhitung  September 2019 sampai sekarang  tinggal   jatah  ASN dan TNI Polri.    

   Kepala Perum Bulog  Merauke Djabiruddin,  ditemui media ini di ruang kerjanya, mengungkapkam  bahwa  total  stok yang dimiliki di  gudang  sampai sekarang sebanyak  16.000 ton.   Dengan  stok yang ada sekarang  ini, jelas Djabiruddin, akan bertahan    sampai 32 bulan kedepan. 

  Pasalnya yang dilayani  sekarang tinggal  jatah  ASN dan TNI Polri  untuk Kabupaten  Merauke, Boven Digoel, Mappi, Asmat dan  Yahukimo  dengan total  kurang lebih  500  ton perbulan.   Padahal, dari stok tersebut, sudah ada yang  digudangkan selama  7 bulan.    Menurutnya,  dengan tidak adanya jatah  beras miskin   (Raskin) atau Bansos Rastra membuat  pengosongan gudang  sangat lambat. 

   “Saat masih ada Raskin atau   Bansos Rastra, pengosongan  gudang   cepat. Tapi sekarang   berjalan lambat. Bahkan  stok yang ada  ini  bisa  bertahan sampai  32 bulan   kedepan,’’  jelasnya.    

    Menurut dia, perlu    dicari solusinya  agar  beras  yang digudangkan  tersebut tidak  terlalu  lama bertahan. Sebab, jika     terlalu lama berada di gudang, maka kualitas beras   akan menurun bahkan rusak.    Apalagi, lanjut   Djabiruddin,    panen    rendengan  petani  di tahun   2020  diperkirakan akan  mulai bulan April  mendatang. 

  ‘’Nah, kalau  gudang    kita tidak ada  space, bagaimana kita   melakukan   pengadaan  beras dari petani,’’ katanya.

   Ia memastikan, masalah pemasaran   akan kembali   dihadapi  petani di  Merauke   untuk panen 2020  ini  jika pengadaan  beras yang dilakukan Bulog ini  hanya untuk melayani  jatah   PNS dan TNI Polri. “Karena    tahun kemarin, begitu  pemerintah   mengubah  Bansos Rastra   ke  pemberian uang tunai  yang dimulai  bulan September  2019, maka   kita kesulitan  penyaluran  beras. Karena   untuk 3 bulan  terakhir  itu jika  programnya tidak  diubah maka  ada 4.000 ton  yang harus disalurkan ke  masyarakat kurang mampu,’’ terangnya. 

  Ditambahkan, membangun   gudang bukan  solusi  untuk mengatasi masalah  pemasaran tersebut. “Kita   beli banyak-banyak tapi  penyalurannya  yang terbatas  juga akan menjadi masalah,” tambahnya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: