Tak Hanya Secara Fisik, Pembenahan Pelayanan Juga Fundamental

By

Tengok Perubahan RSUD Jayapura dalam Setahun Kepemimpinan drg. Aloysius Giyai, M.Kes.,

Tak terasa sudah setahun lebih drg. Aloysius Giyai, M.Kes menahkoda RSUD Jayapura. Membawa perubahan di rumah sakit milik Pemprov Papua itu menjadi harga mati untuk dilakukan. Seperti apa perubahan yang telah dilakukan Dokter Alo-panggilan akrabnya?

Laporan: Gratianus Silas

Tepat 23 Januari 2020, sebanyak 28 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dilantik oleh Wakil Gubernur Papua. Salah satunya adalah sosok drg. Aloysius Giyai, M.Kes., yang dipercayakan menjadi Direktur RSUD Jayapura.

Dokter Alo memang merupakan sosok kharismatik yang dimiliki Papua. Tak ayal, tangan dinginnya telah terbukti membawa perubahan di bidang kesehatan, bahkan sejak menjabat Direktur RSUD Abepura dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Kini, sudah setahun lebih Dokter Alo memimpin RSUD Jayapura, rumah sakit tertua di Papua dan menjadi aset dari Pemerintah Provinsi Papua di bidang kesehatan. Namun, kesan kumuh dengan pelayanan yang tidak optimal di rumah sakit ini sudah lama terdengung di telinga masyarakat.

Tak tinggal diam, satu demi satu perubahan dilakukan Dokter Alo menjawab kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang tersadarisasi dan memuaskan. Pelayanan kesehatan menjadi yang mendasar untuk dibenahi.

Seperti halnya air bersih yang dulunya kerap dikeluhkan para pasien maupun pengunjung, sekarang telah dibenahi. Bahkan, Dokter Alo menyiapkan kerja sama dengan Dinas ESDM Papua untuk membangun pompa air sebagai persiapan cadangan air bagi rumah sakit. Dengan adanya itu, mudah-mudahan kebutuhan air yang telah teratasi, dapat seterusnya terpenuhi dengan lebih baik lagi.

“Masih perihal pelayanan, dulu orang selalu mengeluhkan pelayanan garda terdepan di IGD. Sampai sekarang kita akui masih ada keluhan. Namun, keluhan itu sekarang sudah mulai berkurang. Sebab, kita rotasi SDM di situ, di mana SDM di IGD bekerja secara cekatan, cepat, dan memiliki hati yang luar biasa untuk melayani. Alhasil perubahannya mulai kelihatan,” ucap drg. Aloysius Giyai, M.Kes.

Berikutnya, disiplin pegawai masih menjadi hal yang memprihatinkan di RSUD Jayapura. Inilah yang sedang dibenahi, di mana pegawai kontrak yang tak masuk berbulan-bulan akan langsung diputus hubungan kerja sama. Sedangkan PNS dipanggil untuk dibina. Makanya, pendisiplinan seluruh aparatur rumah sakit, baik medis maupun non medis, dilakukan dan ini jauh berbeda dengan dulunya.

“Untuk masalah keamanan, kita cegah ketidakamanan dengan membangun pagar mengelilingi rumah sakit, di tambah dengan pintu masuk yang juga sudah diperketat dengan security dari pihak ketiga. Dulu sebelum saya, security itu swakelola rumah sakit. Setelah saya masuk, security itu dari pihak ketiga. Jadi, kalau ada kesalahan, maka kita tidak salahkan SDM security, tapi tuntutnya ke perusahaan pihak ketiga penyedia SDM security,” katanya.

Selain keamanan, kebersihan juga diperhatikan secara seksama. Sebab, RSUD Jayapura sering dikeluhkan karena terlihat kumuh, kotor, dan bau.

“Dulu kalau masuk rumah sakit, di gang kiri – kanan itu banyak tikus, ludah pinang, hingga puntung rokok. Syukur sekarang semuanya kita benahi. Saya malah heran karena ada orang yang tidak berobat tapi datang nongkrong di rumah sakit karena menilai bahwa suasana rumah sakit yang sudah semakin baik,” ujarnya.

“Soal penataan, kita tata taman kita. Tapi mungkin ini baru tahun pertama, sehingga belum begitu kelihatan. Tapi nanti pasti akan kelihatan indahnya,” sambungnya.

Selanjutnya, sambung Dokter Alo, seluruh peralatan kedokteran yang dibutuhkan seluruh dokter spesialis juga diakomodir, tepatnya di 2020 dengan anggaran yang hampir mencapai Rp 70 miliar. Makanya, saat ini, soal alat kedokteran, RSUD Jayapura tidak perlu diragukan lagi.

“Hanya tenaga dokter yang masih kurang, serta pula tenaga teknisi untuk pemeliharaan alat kedoktern yang masih dibutuhkan. Ini sedang kita cari untuk kemudian dibina, dikaderkan, dan dapat melatih SDM lainnya,” terangnya.

Secara fisik, perubahan lain, yakni kamar pemulasaran jenazah yang telah dipindah letaknya dari yang awalnya di depan rumah sakit, sekarang lokasinya di belakang rumah sakit, dengan fasilitas yang sesuai dengan standar operasional prosedur, termasuk dilengkapi AC.

Adapun, gedung Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Jayapura yang sudah rampung dibangun. Instalasi oksigen sentral, mechanical dan electrical system, serta instalasi kelistrikan, air, dan elevator di gedung tersebut juga sudah dituntaskan. Sekarang proses muat alat kedokteran, agar dapat segera dioperasikan.

“Lalu lintas rumah sakit juga kita benahi. Tidak semua kendaraan bisa naik ke halaman rumah sakit. Artinya, jangan sampai kendaraan emergency/ambulans yang mengantarkan pasien dalam kondisi gawat darurat terhalang oleh kendaraan umum yang parkir di halaman rumah sakit,” jelasnya.

“Makanya kita tata secara baik, sehingga kita juga bangun gedung parkir bertingkat 4, agar semua kendaraan nanti masuk ke situ. Tidak lagi parkir sembarang di lingkungan rumah sakit. Saya akan uji coba program ‘gemboskan ban’ bagi kendaraan yang masih suka parkir di tempat yang kami larang di lingkungan rumah sakit,”  terangnya.

Terakhir, kata Dokter Alo, manajemen rumah sakit yang baru dibentuk gubernur ini memberi warna baru bagi perubahan RSUD Jayapura. “Tiga Wadir saya apresiasi, baik Wadir Yanmed, dr. Grace, Wadir SDM dan Pendidikan, Penelitian, dan Pelatihan, dr. Herlina, serta Wadir Umum Keuangan atau Sekretaris RSUD Jayapura, dr. Silwanus,”  tambahnya.

Adanya perubahan di RSUD Jayapura, terang Dokter Alo, sebenarnya yang menilai bukanlah dirinya sendiri, melainkan masyarakat, pengunjung, dan pasien.

“Sebenarnya yang menilai perubahan di rumah sakit ini bukan saya. Tapi masyarakat, pengunjung, dan pasien. Soalnya saya pelaku, yang bekerja membenahi rumah sakit ini. Namun kalau dilihat, dibadingkan satu setengah tahun lalu, karena saya beberapa bulan saya menjadi Plt dan satu tahun menjadi direktur definitif, hari ini RSUD Jayapura sudah jauh berbeda dari semua aspek. Semua perubahan ke arah yang baik ini semata-mata untuk pasien, mendukung kesembuhan pasien dengan cepat dan pulang ke rumah dengan penuh senyuman,” pungkasnya (*/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: