Tak Lagi Didominasi Orang Tua, Saat ini Banyak Diminati Anak Milenial

By

Suasana registrasi di Universitas Terbuka Kamis (16/7) kemarin. Saat ini peminat kuliah di UT tak lagi orang tua, tapi anak-anak muda sudah banyak minat berkuliah di UT. (FOTO: Noel Wenda/Cenderawasih Pos )

Melihat Keberadaan Eksistensi Universitas Terbuka (UT) di Papua

Sebagai salah satu perguruan tinggi, keberadaan Universitas Terbuka (UT) di Papua sangat membantu, terutama memberi kesempatan kepada masyarakat dari daerah terpencil untuk mendapatkan pendidikan tinggi, bagaimana keberadaan UT di Papua, adakah pengaruh minat mahasiswa di tengah pandemi Corona?

Laporan: Noel Wenda

Universitas Terbuka (UT) merupakan Perguruan Tinggi Negeri Ke 45 di Indonesia yang diresmikan 4 September 1984 oleh Presiden Soeharto, dan menerapkan sistem terbuka dan sistem belajar jarak jauh.

Di Papua, pemahaman masyarakat soal proses belajar jarak jauh memang belum tuntas masyarakat masih berpikir bahwa yang namanya kuliah harus di dalam ruang kelas, padahal filosofi belajar itu kapan saja, di mana saja dia tetap melakukan belajar di mana prosesnya bagaimana orang itu bisa mengetahui sebuah pengetahuan.

Direktur UPBJJ-UT Jayapura, Drs Mujadi M.Pd kepada Cenderawasih Pos menuturkan selama dua tahun berada di Papua dalam masa kepemimpinannya sudah ada perubahan bahwa kampus UT menjadi salah satu peminat masyarakat Papua untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

UT hadir memangkas berbagai keluh kesah masyarakat bahwa kuliah harus membutuhkan dimensi jarak, waktu dan ruang hal ini yang dipatahkan.  Jadi perlu penuntut ilmu harus ke jarak yang jauh dan tidak perlu kita harus bertatap muka dan siapa saja bisa belajar  tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu maupun umur.

“Berapa pun umur anda yang penting dengan memiliki syarat lulusan SMK atau SMA maka bisa berkuliah di Universitas Terbuka dan tidak dibatasi kelulusan berapa tahun, karena yang menentukan kelulusan adalah orang yang belajar itu sendiri bukan dosen atau lembaga, jadi anda mau tamat 4 tahun atau mau 10 tahun silakan kita tidak melarang tergantung mahasiswanya saja,” katanya.

Hingga saat ini, kualitas UT berstandar pendidikan yang sama di seluruh Indonesia dan 36 negara maka jika nilai di Jayapura A , maka di jakarta juga A, karena UT sudah punya syarat tertentu.

Selama 2 tahun ini awalnya ada satu keraguan dari masyarakat di Papua  menganggap kuliah di Universitas Terbuka itu mendaftar dan tinggal tunggu ujian dan lulus kampus, sebenarnya tidak demikian,  Universitas Terbuka tetap mengikuti metode yang sama dengan kampus lain untuk bisa lulus harus belajar dan mengerjakan tugas sesuai dengan proses belajar karena tanpa belajar dia tidak akan lulus.

Dia mengatakan sampai saat ini Universitas Terbuka tidak hanya menjadi minat para orang tua tetapi sudah banyak kaum milenial Papua yang melakukan daftar kuliah di kampus itu.

“Sekarang anak muda yang daftar hampir 60% kaum milenial, sudah ada yang daftar 600 orang, dan untuk kuota dalam setahun mahasiswa baru berapa saja diterima tidak dibatasi, dan ini terjadi peningkatan mahasiswa dari 1000- 1500 dari hanya 500.

Untuk proses belajar di tengah pandemi kata dia, dalam menghadapi Covid sendiri Universitas Terbuka tidak merasa terganggu sama sekali karena sejak dulu pola belajarnya melalui jarak jauh.

“Sekarang banyak kampus harus belajar seperti kami di UT namun UT sudah punya modul belajar jarak jauh, sudah asa materi pembelajaran beda dengan kampus lain,  sehingga tenaga pengajar dan murid bisa saling interaksi sesuai dengan modul yang ada meski hanya menggunakan webinar, namun untuk staf tetap bekerja sesuai dengan protokoler kesehatan yang ada,” katanya.

Ia mengatakan untuk proses belajar mengajar sendiri yang dilakukan secara daring tidak hanya dosen dan mahasiswa juga ada pembuatan tugas secara online yang dikirim kepada mahasiswa soalnya dan dikirim kembali untuk dikoreksi sementara yang offline akan dikirim soalnya dan dikoreksi.

  “Jadi bagaimana bisa kuliah sambil bekerja maka UT adalah alternatif terbaik, bagaimana bisa unggul dan mampu membangun daerahnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: