Targetkan Sistem Fast Track Haji di Semua Embarkasi Tahun Depan

By
Jamaah calon Haji asal DKI Jakarta berangkat dari terminal 2D, Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Jawa Barat, Minggu (7/7/2019). Sebanyak 388 calon Haji tersebut berangakt menggunakan pesawat Garuda GA 7501 setelah di lepas oleh Wapres dan Duta Besar Arab Saudi. Hanung Hambara/Jawa Pos

*Baru Tersedia di Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA – Fasilitas fast track atau jalur cepat yang disediakan pemerintah Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta membuat proses imigrasi yang dilalui jamaah haji Embarkasi Jakarta menjadi lebih efisien. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap agar sistem tersebut bisa diterapkan di 12 Embarkasi lainnya yang tersebar di berbagai daerah.

JK sendiri meninjau langsung pelaksanaan sistem tersebut saat melepas 388 jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Jakarta di Terminal 2 D Bandara Soekarno-Hatta, kemarin (7/7). Hadir dalam kesempatan itu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Yahya Al-Qahthani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie.

Kepada media, JK mengatakan bahwa sistem tersebut merupakan kemajuan yang memang dibutuhkan para jamaah. Sebab, selama ini, jamaah haji kerap menghabiskan banyak waktu hanya untuk antri pengurusan administrasi di Jeddah. Nah, dengan diselesaikan di Indonesia, maka jamaah haji tidak perlu antri saat tiba di Saudi.

“Sekarang hanya dalam waktu beberapa menit semuanya sudah selesai dan nanti di Madinah atau di Mekah tidak perlu menunggu,” ujarnya. Untuk itu, dia menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah Saudi atas fasilitas tersebut.

Namun demikian, politisi senior Partai Golkar itu berharap fasilitas tersebut tidak hanya disediakan untuk Embarkasi Jakarta di bandara Soekarno-Hatta. Namun juga bisa diberikan di daerah lainnya. Apalagi, jamaah haji asal Indonesia menjadi rombongan terbesar.

“Kita harapkan bahwa mudah-mudahan pada tahun depan ini semuanya lancar seperti ini. ini uji coba dulu ini di sini,” imbuhnya. Sebab, Embarkasi Jakarta baru mengakomodir sebagian kecil dari total 214 ribu jamaah haji Indonesia.

Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin menambahkan, biasanya, satu kloter memerlukan waktu 4-5 jam untuk menyelesaikan proses imigrasi di Saudi. “Setiap jamaah direkam retina mata secara biometrik dia harus menatap kamera, lalu kemudian proses paspor harus dilihat, dicek dan sebagainya, jadi seperti itu,” ujarnya. Nah, dengan fasilitas fast track,  semua proses tersebut sudah dilakukan di Indonesia.

Sementara terkait potensi sistem tersebut digunakan di Embarkasi lainnya, Lukman menyebut sangat mungkin dilakukan. Hanya saja, itu tergantung dari sikap pemerintah Saudi. Sebab, prinsipnya, urusan imigrasi menjadi domain negara yang dituju. “Karena petugasnya juga dari mereka,” imbuhnya.

Meski demikian, politisi PPP itu menegaskan akan melakukan upaya diplomasi untuk merealisasikan sistem tersebut di wilayah lainnya. Dengan jumlah jamaah yang besar, sistem tersebut akan sangat efisien. Namun, dia belum berani menjanjikan kapan hal itu bisa direalisasikan. (far/JPG)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: