Tekankan Optimalisasi Kinerja PDAM dan Pelayanan Air Bersih

By

Dari Rakerda Perpamsi Papua dan Papua Barat

JAYAPURA- Persatuan Perusahaan Air Minum seluruh Indonesia (Perpamsi) se-Provinsi Papua dan Papua Barat melaksanakan rapat kerja daerah (Rakerda) pengurus daerah tahun 2021 , dengan menghadirkan nara sumber atau pemateri dari BPKP Papua, di FOX Hotel Jayapura, Selasa (23/3) kemarin.

Acara dibuka oleh Ketua Umum PP Perpamsi Rudi Kusmayadie melalui Ketua Departemen dan Standarisasi Perpamsi Dr.H.Entis Sutisna, SE.,MM.

SambutanKetua Umum PP Perpamsi yang dibacakan Ketua Departemen dan Standarisasi Perpamsi Dr.H.Entis Sutisna, SE.,MM mengungkapkan layanan air bersih harus dilakukan dengan sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat dan pencapaian kinerja akses pelayanan air bersih yang masih belum cukup memuaskan pada periode  pembangunan sebelumnya harus ditingkatkan.  Peningkatan akses air minum layak dan aman masih perlu terus dioptimalkan, karena ada beragam tantangan dalam penyediaan akses air minum mulai dari masih lemahnya tata kelola dan kelembagaan.

Masih terbatasnya komitmen dan kapasitas pemerintah daerah sampai tahun 2018 akses air minum layak di Indonesia sudah mencapai 87, 75% dari populasi namun yang menikmati akses perpipaan baru sekitar 20,4%.

Untuk itu, gambaran umum penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh anggota Perpamsi sebagai dampak pandemi Covid-19.Jumlah BUMD air minum diinstruksikan oleh pemerintah daerahnya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat dengan memperhatikan dan atau mengurangi pembayaran rekening air minum kelompok pelanggan tertentu pendapatan sebagian Perusahaan Air Minum menurun sebagai dampak dari pembatasan kegiatan pelanggan komersial, sementara konsumsi air domestik cenderung meningkat karena masyarakat diminta diam di rumah.

“Situasi pandemik yang masih belum berakhir menjadi tantangan sekaligus peluang bagi penguatan penyelenggara SPAM anggota Perpamsi Segala persoalan yang sudah ada dan yang kemudian muncul sebagai dampak pandemi semakin memberatkan penyelenggaraan spam khususnya anggota perpamsi yang masih dalam kondisi kinerja kurang sehat dan sakit momentum ini diharapkan menggugah perhatian semua pemangku kepentingan bahwa eksistensi penyelenggaraan spam adalah sangat vital seperti halnya pelayanan kesehatan terlebih dalam situasi pandemi Perhatian para pemangku kepentingan ini seyogyanya terwujud dalam langkah nyata untuk memberi prioritas tinggi pada sektor pelayanan air minum dan penguatan penyelenggaraan spam dalam,”kata Entis yang juga sebagai Dirut PDAM Jayapura.

Sehingga melalui program kerja Perpamsi harus mempunyai cakupan sasaran yakni peningkatan kinerja anggota penyehatan PDAM yang masih berstatus kurang sehat dan sakit, harus dilakukan konsolidasi internal peningkatan kapasitas pengurus dan jajaran sekretariat, penguatan bantuan teknis dan non teknis untuk menunjang keberhasilan anggota dalam usaha meningkatkan kinerja kerjasama dengan badan-badan dunia maupun sesama asosiasi air minum peran media yang saat ini dimiliki Perpamsi untuk dikembangkan agar lebih efektif sebagai media informasi komunikasi dan rujukan untuk memajukan pengelolaan dan pengembangan SPAM.

Ditempatsama, Ketua Perpamsi Papua dan Papua Barat Bastian Kapisa mengatakan, sampai saat ini kendala yang dihadapi perpamsi pengurus daerah Papua dan Papua Barat yang dialami PDAM antara lain tingkat kehilangan air yang tinggi harga air yang belum full cost recovery, efisiensi penagihan rendah, kualitas sumber daya manusia yang masih harus selalu ditingkatkan kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten pemerintah kota, rasio pegawai dibanding jumlah pelanggan terlalu tinggi atau besar, sarana dan prasarana yang dimiliki PDAM sudah banyak yang tua sehingga maintenance tinggi adanya anggapan sebagian masyarakat bahwa air itu adalah barang sosial sehingga tidak perlu dibayar.

Bastian yakin melalui kendala tersebut apabila semua bersama-sama bekerja keras dan saling sinergi serta mendukung baik pemerintah pusat dan daerah, provinsi serta stakeholder lainnya tentu kendala yang dihadapi bisa di atasi.

Sedangkan, kendala lainnya adalah terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas air. Untuk itu perlu segera dilakukan langkah-langkah konkret untuk mengurangi atau menghentikan kerusakan lingkungan dan tentunya tugas ini tidak mungkin dilakukan oleh PDAM saja.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: