Tempat Karantina Terbatas, Pasien Covid Terpaksa Isoman

By

WAMENA-Jumlah pasien Covid-19 yang mencapai 404 di Jayawijaya membuat Dinas Kesehatan kesulitan untuk mencari tempat karantina maupun isolasi bagi warga yang sudah positif terkonfirmasi Covid-19. Dimana, saat ini mereka yang sudah positif masih diminta untuk melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah masing –masing, meskipun berisiko menularkan virus corona kepada keluarganya atau warga di sekitarnya.

   Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Dr.Willy Mambieuw, SpB mengakui saat ini jumlah pasien covid-19 terus membludak. Bahkan tempat karantina dan isolasi yang dimiliki pemerintah sudah tak bisa untuk menampung pasien -pasien yang baru terpapar.

   “Kemarin kita dari Dinas Kesehatan sudah sampaikan kepada pimpinan daerah, tempat kita terbatas, sehingga semua yang sudah positif terkonfirmasi lewat PCR itu diusulkan untuk melakukan karantina mandiri di rumahnya masing -masing karena keterbatasan sarana – dan prasarana tempat penampungan,”ungkapnya Senin (2/7) kemarin.

    Diakui Willy bahwa memang sangat berisiko ketika pasien Covid -19 yang karantina mandiri di rumahnya. Sebab dalam penggunaan toilet saja kalau digunakan. Bersamaan dengan warga yang sehat kurang bagus juga karena berpotensi untuk menularkan kepada yang lain, disisi lain, petugas tidak bisa memantau pasien tersebut apakah dia benar -benar isolasi atau masih bisa kontak dengan orang lain.

   Ia menambahkan, untuk mereka yang melakukan karantina mandiri, pihaknya tetap menyertakan obat yang harus dikonsumsi selama 10 hari, barulah nanti akan dijemput untuk dilakukan pemeriksaan kembali.

  “Saat ini banyak warga yang terpapar, namun untuk kesembuhan masih kecil, ini yang membuat tempat -tempat yang disiapkan oleh pemerintah itu tak bisa lagi menampung pasien Covid -19, sedangkan hotel dan tempat penginapan yang ada di Wamena tak mau lagi memberikan tempat mereka untuk dipakai,”tambahnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: