Tempat Wisata Bukit Teletubbies Ditutup Sementara

By

Kapolres Jayapura, AKBP. Fredrickus Maclarimboen saat  memberikan arahan kepada warga yang terlibat aksi saling serang di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kamis (11/8) sore. (FOTO: Robert Mboik/Cepos)

SENTANI-Pertikaian dua kelompok masyarakat dari salah satu suku yang ada di Kampung Doyo Lama, Distrik  Waibhu, Kabupaten Jayapura, Kamis (11/8) sore kemarin, berbuntut panjang.  Polisi terpaksa menutup sementara tempat wisata Bukit Tungku Wiri atau yang sering disebut Bukit Teletubbies dari aktivitas kunjungan wisatawan. 

Kapolres Jayapura,  AKBP. Fredrickus Maclarimboen mengungkapkan, ada dua kelompok masyarakat yang ada di kampung Doyo Lama bertikai memperebutkan daerah wisata Bukit Tungkuwiri dan lahan pertanian jagung. Polisi kemudian sudah mengambil langkah untuk mengamankan lokasi termasuk mengundang sejumlah orang yang terlibat di dalam pertikaian tersebut. 

“Ini kan persoalan ulayat antara dua kelompok yang ada di kampung itu,  dari suku di situ juga. Terkait dengan tempat yang dijadikan lokasi pertanian jagung dan kawasan wisata Teletubies itu. Sehingga untuk sementara lokasi wisata tersebut ditutup untuk aktivitas umum” kata Kapolres Fredrickus Maclarimboen, saat dikonfirmasi media ini, Kamis (11/8). 

Dia mengatakan saat ini kondisi di sekitar lokasi tersebut sudah berangsur pulih namun polisi masih melakukan patroli. 

Selain itu sejumlah orang yang terlibat di dalam peristiwa tersebut juga sudah dimintai keterangan. Polisi juga sudah mengundang kedua belah pihak yang bertikai untuk berdiskusi di Mapolres Jayapura.  

“Dalam peristiwa itu memang sempat disebutkan ada mahasiswa yang sempat berlarian. Sebenarnya mereka itu terkena dampak saja tidak ada yang terluka, mahasiswa ini sedang melakukan kegiatan lapangan,” jelasnya. 

Dia juga menyebut suasana sempat sedikit memanas setelah salah satu kelompok melibatkan masyarakat lain di luar suku tersebut untuk melakukan aksi saling serang.  Beruntung peristiwa ini cepat direndam setelah pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengamankan lokasi tersebut.

Untuk itu dia meminta kepada masyarakat dari kedua belah untuk saling menahan diri dan sebisa mungkin mencarikan solusi yang terbaik dengan tidak harus melakukan kontak fisik atau saling serang. “Aksi itu sudah selesai dan saat ini sedang kita kumpulkan mereka untuk menyelesaikan masalah ini di Polres,” pungkasnya. 

Diketahui aksi saling serang antara kedua kelompok warga di kampung Doyo Lama itu terjadi pada Kamis (11/8) sekira pukul 14.00 WIT. Sejumlah warga yang terlibat dalam aksi itu terlihat membawa senjata tajam juga panah.(roy/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: