Temui Ketua DPRP, KPU dan Bawaslu Sampaikan Sejumlah Catatan

By

Ketua KPU Papua, Diana D. Simbiak didampingi komisioner KPU dan Papua lainnya saat berdiskusi dengan Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw di DPRP, Jumat (1/7). (FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024 memang masih dua tahun lagi dan  kesuksesan sebuah agenda tentu merujuk pada bagaimana persiapannya. Apalagi Papua merupakan satu daerah yang masih kerap menyisakan berbagai persoalan terkait pesta demokrasi. 

Tentunya publik juga tak mau akhir sebuah Pemilu selalu diwarnai dengan konflik dan berdarah – darah. Terkait persiapan ini, Jumat (1/7) kemarin, KPU Papua dan Bawaslu Papua sama – sama menyambangi Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw untuk berkoordinasi. 

 “Kami menjelaskan soal jadwal dan tahapan dimana 14 Februari 2024 akan digelar Pemilu serentak termasuk tahapan yang sudah dlakukan dan sedang berjalan. Ada hal penting yang kami sampaikan terkait data pemilih yang berjumlah 3 juta lebih ternyata baru 1 juta lebih yang melakukan perekaman e-KTP dan kami  sudah datangi Dukcapil dan berharap ini bisa didorong,” kata Ketua KPU Papua,  Diana D Simbiak usai pertemuan di DPRP.

 Ini dirasa penting agar masyarakat  yang memiliki hak pilih bisa ikut memilih dengan melakukan perekaman e-KTP terlebih dahulu. Target saat ini untuk masyarakat di Papua baru 45 persen dari total penduduk yang ada dan belajar dari pengalaman terkadang persoalan daftar pemilih kerap menjadi biang masalah. KPU dan DPRP tak ingin saat hari H ada warga yang memiliki hak suara tak bisa mencoblos karena tidak masuk dalam DPT akibat belum terekam e-KTP. 

Untuk daftar pemilih tetap saat ini berjumlah 329.605 jiwa sedangkan yang baru melakukan perekaman berjumlah 1.499.171 jiwa.  

Diana memberi contoh di Kabupaten Nabire pihaknya pernah melakukan pemutakhiran  dan jika ada yang belum melakukan perekaman maka nama tersebut dikeluarkan dari daftar pemilih tetap. “Kami berharap ini tidak berulang meski dalam UU Pemilu pasal 62 nomor 10 tahun 2015 menjelaskan bahwa warga yang sudah lakukan perekaman namun belum terdaftar DPT tetap bisa  memberikan hak suaranya. Waktu masih panjang dan semoga bisa diselesaikan,” imbuhnya. 

 Untuk penetapan DPT sendiri akan dilakukan pada 21 Juni 2023. 

Sementara Ketua DPRP, Johny Banua Rouw menyampaikan bahwa jika berbicara soal tahapan, saat ini ia melihat KPU telah memulai tahapan jelang Pemilu tahun 2024 dan yang jadi problem adalah KPU kesulitan soal perekaman e-KTP. Sebab ini berkaitan dengan  data yang dipakai sebagai data memverifikasi partai politik sedangkan parpol harus memiliki keanggotaan e-KTP dan e-KTA. “Kalau semisal setiap kabupaten minimal seribu suara sementara beberapa kabupaten sangat minim rekamannya. Contoh saat ini sudah ada 30 partai yang mendaftar disipol maka paling tidak 1 kabupaten dibutuhkan 30 ribu jadi pertanyaannya apakah perekaman sudah sampai angka itu?,” tanya Johny. 

 Selain itu soal teritorial dimana masyarakatnya ada tapi tidak bisa memilih, itu juga bisa menimbulkan persoalan. “Kami akan minta Dinas Dukcapil untuk segera mengawal ini  dan kami akan undang dinas tersebut segera  mendorong. Jangan sampai ada yang tidak bisa memberikan hak pilihnya,” sambungnya. 

Lalu persoalan lainnya adalah proses rekrutmen KPU dimana ada yang sudah berakhir masa bhakti dan ada yang baru. 

“Apakah yang baru masuk ini harus focus pada tahapan atau menjalankan Bimtek. Apakah ini bisa maksimal.  Mereka ikut Bimtek atau menjalankan tahapan lalu harus melakukan sosialisasi dan monitoring. KPU juga membutuhkan  dukungan anggaran dari pusat sementara KPU sudah harus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan pendaftaran Parpol dan itu belum dilakukan. Disini kami minta pemerintah  membantu. Ini termasuk anggaran untuk Bawaslu tentunya,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Ketua Bawaslu Papua, Metusalak Infandi yang juga menjelaskan tentang persoalan yang dihadapi. “Kami membangun koordinasi dan   penyamaan persepsi terkait kesiapan Bawaslu sendiri,” singkat Ketua Bawaslu. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: