Beranda UTAMA PAPUA Terbang dari Timika, Twin Otter Lost Contact

Terbang dari Timika, Twin Otter Lost Contact

0
LOST CONTACT: Pesawat Twin Otter DHC6-400 milik PT. Carpendiem Aviasi Mandiri dengan nomor registrasi PK-CDC saat berada di Bandara Ewer, Kabupaten Asmat, beberapa hari yang lalu. Pesawat ini dilaporkan lost contact, kemarin.  ( FOTO : Irsul for Cenderawasih Pos)

*Bawa 4 Penumpang dan Beras ke Ilaga

JAYAPURA-Pesawat milik PT. Carpendiem Aviasi Mandiri type Twin Otter DHC6-400, dengan nomor registrasi PK-CDC hilang kontak dalam perjalanan ke Ilaga, pada Rabu (18/9) sekira pukul 11.50 WIT. Pesawat jenis twin otter ini mengangkut empat orang.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto mengatakan,  pesawat lepas landas dari Bandara Udara Moses Kilangin pada pukul 10.35 WIT. Seharusnya pesawat tersebut sudah mendarat di Bandara Aminggaru, Ilaga pada pukul 11.09 WIT. 

“Perjalanan ke Puncak hanya memakan sekira 25 menit.  Pesawat dinyatakan hilang kontak pada pukul 11.50 WIT, ” ucap Kapolres Ary Purwanto saat dihubungi Cenderawasih Pos, kemarin. 

Ia menuturkan, Polres Puncak Jaya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti tim SAR untuk melacak keberadaan pesawat tersebut.

“Hingga saat ini,  anggota Polsek Ilaga masih terus memantau informasi terkait keberadaan pesawat tersebut, ” tutur Ary.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, pihaknya akan menurunkan tim untuk mencari tahu keberadaan pesawat tersebut.

“Dua tim yang diturunkan untuk pencarian pesawat. Dari Polres Mimika dan rekan-rekan yang ada di Ilaga,” ucap  Kamal.

Menurut Kamal,  saat itu kondisi cuaca cukup baik di wilayah Mimika. Kamal  menuturkan, sekira Pukul 10.36 WIT pesawat PLCDC take off dari Bandara Moses Kilangain Timika Kabupaten Mimika ke Bandara Ilaga Kabupaten Puncak dengan membawa muatan beras Bulog. 

Diperkirakan, pesawat tiba di Bandara Ilaga Pukul 11.09 WIT.

Pesawat meninggalkan frekuensi unit pemanduan LLP Timika pada Pukul 10.54 WIT pada posisi 26nm dan ketinggian 13000ft, untuk selanjutnya melakukan prosedur TIBA pada frekuensi 122.9 MHz.

Pada Pukul 11.35 WIT dari personel UPNP Illaga melakukan konfirmasi ke Timika apakah pesawat PKCDC RTB ke Timika karena belum mendarat di Bandara Illaga.

Unit pemanduan LLP di Timika melakukan koordinasi dengan operator penerbangan dan beberapa penerbangan pada rute Timika-Illaga namun tidak mendapat informasi keberadaan pesawat.

Identitas crew pesawat Pilot Capt. Dasep Sobirin, Co Pilot Yudha Tutuco dan Engineer  Ujang dengan identitas penumpang Bharada Hadi Utomo anggota Brimob dan membawa beras  Bulog milik Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak.

Secara terpisah Kapolsek Ilaga, Kabupaten Puncak, Iptu Menase Sayori mengatakan,  terdapat satu anggota polisi yakni Bharada Hadi yang berada di dalam pesawat tersebut.

“Pesawat ini mengangkat beras dari Timika ke Ilaga. Terdapat empat orang di pesawat ini. Yakni tiga awak pesawat dan satu penumpang,” pungkasnya. 

Sementara itu, Manajemen PT Carpendiem selaku perusahaan pengelola pesawat hilang kontak Twin Otter DHC6 dengan nomor registrasi PK CDC memastikan kondisi pesawat tersebut baik dan layakterbang.

“Kalau untuk fisik semuanya dalam keadaan bagus karena telah dicek oleh enginernya. Kondisi cuaca diIlaga juga bagus. Sebelum pesawat PK CDC terbang dari Bandara Timika, pesawat PK CDJ denganjenis yang sama terbang lebih dahulu ke rute yang sama dengan kisaran waktu sekitar 10 menit,” kata Ilham selaku perwakilan PT Carpendiem yang dikutip dari kantor Berita Antara, Rabu (16/9).  

Ilham menerangkan, sebelum pesawat PK CDC hilang kontak sekitar pukul 10.53 WIT, pesawat itu sudah dua kali melakukan penerbangan ke wilayah pegunungan Papua. Yaitu Timika-Ilaga pergi pulang dan Timika-Mulia pergi pulang.

“Pesawat saat hilang kontak itu sudah tiga kali melakukan penerbangan. Pertama ke Ilaga lalu balik ke Timika. Kedua ke Mulia lalu balik ke Timika dan ketiga ke Ilaga lagi. Seharusnya pesawat mendarat diIlaga pukul 11.09 WIT, namun kehilangan kontak sekitar pukul 10.53 WIT,” jelas Ilham.

Ia menambahkan, pesawat tersebut membawa beban angkut seberat 1.700 Kilogram. Sementara kapasitas daya angkut pesawat tersebut hingga 1.702 Kilogram.

Pesawat PK CDC tersebut diketahui merupakan pesawat tipe terbaru dan baru kurang dari setahun beroperasi di Timika. Untuk melayani penerbangan kargo barang maupun penumpang ke wilayah pegunungan Papua.

Andi Nurwansyah selaku Kepala Cabang Airnav Indonesia Cabang Pembantu Timika mengatakan jajarannya terus berkoordinasi dengan pihak otoritas baik itu Airnav Pusat di Jakarta, Airnav Sentani maupun Otoritas Bandara Wilayah X di Merauke dan pihak-pihak terkait lainnya. Untuk melakukan upaya pencarian pesawat yang hilang kontak dimaksud.Andi memastikan kondisi pesawat tersebut tidak mengalami gangguan sebelum terbang ke Ilaga.”Kalau pesawat mengalami gangguan, pasti pilot minta balik ke Timika,” jelas Andi.

Pihak Airnav Timika memberikan dukungan penuh terhadap upaya pencarian pesawat hilang kontak tersebut baik oleh jajaran Basarnas didukung TNI AU dan Brimob serta pihak maskapai penerbangan sendiri.

“Kami semua mendukung upaya pencarian, semuanya kita siapkan baik personel air traffic control/ATC-nya sendiri maupun dari sisi fasilitas teknik,” kata Andi.

Andi menambahkan kondisi penerbangan dari Bandara Timika ke Bandara Ilaga saat ini cukup padat. Baik untuk angkutan penumpang maupun kargo barang.”Kondisi penerbangan di Ilaga cukup padat dan kondisi trafik kita lagi ramai. Hari ini saja sudah ada 154 pergerakan pesawat dari Bandara Timika ke berbagai rute, yang paling banyak ke wilayah pegunungantermasuk Ilaga,” jelasnya.(fia/nat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here