Terbiar Kosong Jadi Tempat Miras, Minta Pemprov Bantu Untuk Perbaiki Kerusakan 

By

Kondisi bangunan Gedung Pramuka di Jalan Buper Waena yang kini kondisinya tidak terawat.( FOTO: Noel/Cepos)

Melihat Kondisi Gedung Pramuka Kwarda Papua yang Kini Terlantar 

Melihat megahnya bangunan bertingkat DPR Papua, dan juga Kantor Gubernur dan MRP yang kini tengah dibangun Pemprov Papua, nampaknya sangat kontradiktif dengan kondisi bangunan Gedung Pramuka di Buper Waena yang kini terlantar. Gedung yang harusnya menjadi sarana pembinaan dan pengembangan karakter generasi muda Papua, tapi kini justru seperti tempat angker.

Laporan: Noel Wenda & Priyadi_Jayapura 

Gedung perkantoran merupakan tempat untuk melaksanakan aktifitas  Pekerjaan dalam perkantoran yang utama adalah dalam kegiatan penanganan informasi dan kegiatan manajemen maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi tersebut.

  Begitu pun dengan keberadaan Kantor Kwarda Pramuka di Buper Waena. Kantor ini, awalnya dibangun dengan harapan bisa menjadi tempat untuk mengurus dan mengembankan Pramuka di Tanah Papua. 

  Namun berbicara soal manfaat dari kantor tersebut, kini  tidak terlihat lagi di Gedung Pramuka berlantai dua yang berada di jalan naik buper waena yang tidak terurus, rusak dan jadi sarang tempat orang melakukan pesta minuman keras (Miras)

  Dari pantauan Cenderawasih Pos,  gedung yang cukup besar tersebut terlihat terbengkalai, seram  dengan seluruh pintu jendela dan plafon sudah tidak terlihat lagi, karena rusak. Kondisinya sudah sangat tidak terawatt. Taka hanya itu, kondisi kantor  yang memiliki lahan cukup luas itu, terlihat banyak sampah, juga pagar pelindung yang bolong.

   “Kami kira ini kantor apa kah? padahal ini kantor Pramuka, harusnya diperbaiki yang rusak dan halaman ini  juga tidak terawat,” kata salah satu warga, Alpino saat hendak berolahraga di lapangan futsal di dalam lahan gedung Pramuka tersebut. 

   Ia menceritakan bahwa gedung ini bagus kalau ditata baik dan diaktifkan. Karena tidak pernah dirawat lagi, tempat ini justru sering digunakan untuk minum-minuman keras yang terlihat dengan banyaknya botol minuman yang berhamburan bahkan pecah di area itu.

  “Kami harap ditata gedungnya, karena lahan luas tapi tanpa ada perawatan,” kata Alpino yang juga warga Perumnas III itu.

  Untuk itu diharapkan Pemprov, Pemkot dan  Kwarcab Jayapura dapat melakukan penataan kembali kantor Pramuka sesuai dengan fungsinya. Hal ini supaya pengelolaan manajemen, penataan organisasi dan juga aktivitas kepramukaan yang biasa digelar dari masing-masing sekolah dapat juga dilakukan di daerah tersebut, karena memiliki lahan yang cukup luas dengan adanya lapangan futsal.

   Upaya untuk perbaikan  Gedung Kwarda Papua, bukannya tidak dilakukan. Kwarda Pramuka Papua sudah menyurat, namun sampai sekarang  tidak ada respon dari Pemprov Papua. Apalagi, semenjak adanya  kasus pembunuhan di Kantor Kwarda Pramuka Papua di jalan Buper Waena beberapa tahun lalu, Kantor tersebut sampai kini sudah tidak digunakan lagi.

   Karena dibiarkan kosong,  ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang akhirnya melakukan pengrusakan dan mengambil barang yang ada di sana. Sehingga kantor Kwarda Papua kini sudah terlihat rusak, kotor dan tidak bisa ditempati lagi untuk melakukan aktivitas pembinaan Pramuka.

   Ketua Kwarda Pramuka Papua Kristhina L.I.R. Mano,mengakui, pihaknya telah menyurat kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk meminta bantuan supaya Kantor Kwarda Papua di jalan Buper Waena bisa diperbaiki kembali, sehingga aktivitas kegiatan Pramuka bisa dilakukan dengan maksimal. 

   Namun surat yang diberikan ke Pemprov Papua sampai saat ini tidak ada balasan sama sekali. Padahal dulu saat akan dilaksanakan PON XX tahun 2021, Kwarda Papua juga telah menyurat supaya kantor Kwarda Papua bisa diperbaiki sehingga kontingen bisa diinapkan di sana dan nanti bisa ada manfaat setelah itu, tapi Pemprov Papua tidak ada jawaban sampai saat ini.

   “Karena kami sudah berusaha semaksimal mungkin, supaya kantor kami bisa diperbaiki oleh Pemprov Papua, karena sekarang sudah rusak, banyak sarpras yang dirusak dan diambil oknum tidak bertanggung jawab, namun tidak ada jawaban sama sekali, makanya lalu kita menyurat ke Wali Kota Jayapura supaya diberikan ruang untuk kami dan diberikan di satu ruangan untuk sekretariat Kwarda Papua di GOR Waringin Kota Jayapura di Kotaraja dan sudah berjalan beberapa tahun,’’katanya, Kamis (8/9)kemarin.

   Kristhina juga mengakui, selama ini intensitas kegiatan Kwarda Pramuka Papua sangatlah tinggi dalam melibatkan anak-anak untuk  melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya, baik itu intelektual, spiritual, sosial dan fisik, sehingga Pemprov Papua harus mendukung eksistensi Kwarda Papua.

  Terutama dalam memiliki basecamp dalam melatih anak-anak dan membuat kegiatan yang positif, karena dulunya Kantor Kwarda Papua di Buper Waena sebelum ada kejadian pembunuhan di Kantor Kwarda Papua juga digunakan untuk berbagai kegiatan pertemuan di seluruh Kwarcab di Papua termasuk event nasional juga pernah. Namun sekarang sudah tidak bisa lagi.

   “Kami berharap pemerintah Provinsi Papua bisa menganggarkan kembali dalam perbaikan kantor ini, dan ini sangat penting sekali untuk mendidik generasi muda Papua untuk lebih hebat dan mandiri, seperti tujuan Pramuka,” tandasnya. (*/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: