Terbukti Bersalah, Dukun Cabul Dihukum 5,5 Tahun

By

MERAUKE-Seorang dukun cabul di Merauke bernama Vincentius Agas  terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke. Pasalnya,  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke telah menjatuhkan  hukuman selama 5 tahun 6 bulan (5,5 tahun) kepada terdakwa. 

   Oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke, terdakwa  dinyatakan terbukti  secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan cabul sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum Pasal 289 KUHP. 

   “Kami telah mendapat pemberitahuan dari pengadilan terkait dengan putusan perkara  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang kami tangani. Dimana  untuk perkara dukun cabul dengan tersangka Vincentius Agas telah dijatuhi hukuman selama 5 tahun 6 bulan,” kata Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, MHum melalui Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos didampingi Kanit PPA Bripka  Alfiyah Lakuy ditemui, Rabu (15/9).  

    Kasat Reskrim menjelaskan bahwa kasus cabul terhadap seorang ibu rumah tangga  tersebut sebut saja Mawar berawal saat korban memanggil terdakwa  ke rumahnya dengan keluhan kekurangan darah.  Korban  mendapat informasi jika pelaku dapat melakukan pengobatan alternatif.  Kemudian pelaku datang ke rumah  korban untuk melakukan pengobatan. Saat itu, suami korban tidak ada di rumah karena sedang keluar bekerja.  “Pengobatan itu dilakukan di dalam kamar korban,’’ jelasnya. 

  Selanjutnya, terdakwa menyemprotkan air ke bagian kemaluan korban sebagai bagian dari pengobatan. Setelah itu selanjutnya  terdakwa menampar bagian kemaluan korban tersebut. Saat itu, korban belum  protes atau berteriak karena mengira cara tersebut bagian dari pengobatan. Namun saat suaminya pulang kerja, kemudian korban menceritakan cara pengobatan yang dilakukan terdakwa tersebut membuat suami korban marah. 

    “Suami dari korban tak terima dan langsung melaporkan kasus ini ke SPKT dan kita langsung tangani,” jelasnya.   

   Kasat mengaku kemungkinan ada korban lainnya, namun  yang tidak melapor. “Mungkin ada korban lainnya, tapi tidak melapor. Yang dilaporkan hanya kasus ini,” pungkasnya.   (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: