Terpukul, Istri Sakit dan Anak Pilih Berhenti Kuliah

By

JAYAPURA – Proses hukum dari kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang petani berinisial HW terhadap seorang bocah sebut saja Bunga di Arso I berdampak pada kondisi keluarga HW. 

  Pria dengan dua anak ini ternyata menjadi tulang punggung keluarga dan selama ini juga menghidupi ibunya yang lanjut usia. Situasi tersebut membuat keluarga terpukul dimana sang istri baru saja keluar dari rumah sakit sementara kedua anak perempuannya terpaksa memilih berkebun. 

 Mirisnya lagi, keluarga HW masih tinggal di rumah reyot di atas tanah milik orang lain dan selama ini hanya mengandalkan hidup dari bertani. Kepada Cenderawasih Pos, sang istri bernama Sumaria mengaku pasrah karena saat ini sang suami akan menjalani persidangan. 

  Iapun harus mengambil peran suaminya dengan berkebun meski sering sakit – sakitan. “Ini baru saja keluar dari pos (klinik) tentara, saya sempat tak sadar karena vertigo saya kumat ditambah asam lambung naik. Waktu itu sempat pingsan juga,” kata Sumaria saat ditemui di rumahnya, Sabtu   (14/8) pekan kemarin. 

  Pasca penetapan tersangka dan kini dalam proses persidangan, diakui kondisi keluarga pincang karena selama ini suaminyalah yang membiayai hidup keluarga. Dampak dari itu juga sang anak bernama Sirine memilih tidak melanjutkan kuliah. Ia menyatakan ingin membantu ibunya di ladang. 

  “Kuliah juga tidak banyak membantu karena ibu sekarang bekerja sendiri jadi memang rencananya berhenti saja,” ucapnya. 

  Sirine saat itu sempat menangis karena tidak menyangka ayahnya akan diperhadapkan  dengan hukum seperti sekarang. Karenanya ketimbang hanya membebani keluarga dengan biaya kuliah, mahasiswi Poltekes Padang Bulan ini memilih untuk  tidak melanjutkan kuliah. 

    Namun untuk adiknya  bernama Mutia masih memilih untuk melanjutkan sekolahnya. “Mungkin kami orang kecil jadi mudah sekali dihukum seperti ini. Kami juga tidak bisa apa – apa karena tidak paham hukum,” ujarnya sambil menunduk. 

  Sirine bersama ibu dan adiknya  memilih pasrah  dan menganggap ini cobaan karena diketahui sang ayah sangat tidak mungkin melakukan perbuatan tercela tersebut. “Dari usia 3 tahun saya sudah menjadi masyarakat trans hingga sekarang punya anak kuliah dan selama itu suami saya tidak pernah terlibat perbuatan melawan hukum, tapi baru kali ini langsung seperti ini, makanya kami semua syok apalagi ibunya suami saya juga sakit – sakitan seakan tidak percaya dengan cobaan ini,” imbuhnya. 

   Meski demikian ia menyampaikan akan tetap menjalani dan menerima hasil dari putusan pengadilan nanti. “Mau bagaimana lagi, kami hanya bisa menerima,” tutupnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: