Tersangka Korupsi Rp 11 Miliar Dilimpahkan

By

JAYAPURA – Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Oscar Fajar Rahadian melalui Unit Tipikor akhirnya melimpahkan dua perkara pidana Korupsi yang terjadi di dalam Instansi Bank BNI Cabang Jayapura ke Kejaksaan Negeri Jayapura pada Selasa (10/1) siang. 

  Dua perkara yang dilimpahkan bersama dengan tiga tersangka masing-masing berinisial AP (45) atas Laporan Polisi Nomor : LP / A / 242 / II / 2022 / SPKT / Polresta Jpr Kota / Polda Papua, tanggal 18 Februari 2022 dan Tersangka GT (47) dan SB (43) dengan Laporan Polisi Nomor : LP / A / 241 / II / 2022 / SPKT / Polresta Jpr Kota / Polda Papua, tanggal 17 Februari 2022 tentang Tindak Pidana Korupsi. Keduanya diserahkan langsung oleh Kanit Tipikor Polresta Jayapura Kota Ipda Usman Tantu kepada Jaksa Penuntut Umum, Achmad Kobarubun, S.H.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol . Victor D. Mackbon melalui Kasat Reskrim AKP Oscar saat ditemui di ruang kerjanya membenarkan pelimpahan ketiga tersangka tersebut ke pihak Kejaksaan Negeri Jayapura karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P.21).

“Tersangka AP sendiri untuk perkara korupsi yang dilakukannya telah berlangsung sepanjang tahun 2017 hingga tahun 2021 dan mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp 7,9 milliar sedangkan tersangka GT dan SB mengakibatkan negara rugi hingga Rp 4 milliar lebih,” ungkap AKP Oscar.

   Lebih lanjut ia menerangkan bahwa tindak pidana korupsi yang dilakukan ketiga tersangka sendiri semasa mereka masih berstatus sebagai pegawai pada Bank BNI Cabang Jayapura dimana keduanya sering mengambil sebagian uang dalam beberapa kaset ATM yang digunakan untuk restocking atau pengisian pada mesin secara bertahap mulai dari tahun 2017 hingga tahun 2021.

 Selama itu ada juga yang diambil kemudian disimpan pada rekening bank lain kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi dan orang lain. Dikatakan untuk tersangka AP bermain sendiri, sedangkan tersangka GT dan SB bekerjasama. “Hingga pada saat Tim KIW (Audit Internal Bank BNI) melakukan pemeriksaan ditemukanlah penyimpangan kemudian dilaporkan kepada kami, dan dengan dibantu oleh Tim BPKP kami lakukan audit hingga ditemukanlah penyimpangan terkait dana ATMRC pada Kantor Bank BNI Cabang Jayapura dengan total kerugian Negara mencapai Rp 11 milliar akibat dari perbuatan ketiga tersangka,” ujarnya.

  Kasat Reskrim menambahkan, perkara korupsi yang dilakukan ketiganya ditangani langsung oleh Unit Tipikor Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota dibawah pimpinan Ipda Usman Tantu dengan penyidik pembantunya yakni Bripka Eko Sarjoko, S.H, Bripka Yohanes Msen, S.H dan Briptu Hadyullah, S.H. “Atas perbuatannya tersebut masing-masing tersangka disangkakan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 dan Pasal 8 Undang- Undang R.I No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang R.I. No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan terancam hukuman penjara maskimal 20 atahun,” tutup Kasat Oscar. (ade)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: